BPS: Penumpang Penerbangan Domestik Turun 42,3%

  • Oleh : Redaksi

Senin, 03/Mei/2021 21:29 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penerbangan domestik hanya 2,64 juta orang pada Maret 2021. Angkanya anjlok 42,3 persen jika dibandingkan dengan posisi Maret 2020 yang mencapai 4,58 juta orang.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto memaparkan kondisi ini terjadi sejak tahun lalu. Berdasarkan data yang ia paparkan, jumlah penumpang penerbangan domestik selalu turun sejak Maret tahun lalu jika dihitung secara tahunan.

Baca Juga:
Penumpang Pesawat Domestik Turun 62,88% Pada Januari

Sementara, penerbangan domestik mulai naik secara bulanan pada Maret 2021 sebesar 38,68 persen. Jika dilihat, pada Februari 2021 lalu jumlah penumpang atas penerbangan domestik sebanyak 1,91 juta orang.

 

Baca Juga:
Jumlah Penumpang Pesawat, Kapal hingga Kereta Merosot

"Jadi pada Maret 2021 ini ada dua hari libur nasional, jumlah hari pada Maret 2021 juga banyak ada 31 hari dibandingkan dengan Februari atau tiga hari lebih banyak. Ini mempengaruhi," ungkap Setianto dalam konferensi pers, Senin (3/5).

Hal yang sama juga terjadi pada penerbangan internasional. Jumlah penumpang turun 92,72 persen secara tahunan, tetapi secara bulanan naik 24,46 persen.

Selain itu, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi kereta api tercatat sebanyak 14,28 juta penumpang. Jumlahnya turun 39,02 persen secara tahunan, tetapi naik 24,44 persen secara bulanan.

Begitu juga dengan kereta barang. Jumlah barang yang diangkut pada Maret 2021 sebesar 4,14 juta ton atau naik 15,71 persen secara bulanan tetapi turun 8,97 persen secara tahunan.

Kemudian, jumlah penumpang kapal laut tercatat sebanyak 1,28 juta pada Maret 2021. Angkanya naik 6,57 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tetapi anjlok 33,18 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Di sisi lain, barang yang diangkut dengan kapal barang naik jika dilihat secara bulanan dan tahunan. Tercatat, 26,98 juta ton barang diangkut dengan kapal barang pada Maret 2021.

Jumlah tersebut naik 4,46 persen dibandingkan dengan posisi Februari 2021 yang sebanyak 25,83 juta ton. Lalu, jumlahnya juga naik 5,57 persen dibandingkan dengan Maret 2020 yang sebanyak 25,56 juta ton. 

(lia/sumber:cnnindonesia.com)