Bikin Panik, Penumpang Pesawat Wings Air Sebut Kopernya Berisi Bom

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 05/Mei/2021 19:26 WIB
Pesawat Wings Air. (Ist) Pesawat Wings Air. (Ist)

KUPANG (BeritaTrans.com) - Petugas Up Cek Aviacion Security Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menahan seorang penumpang pesawat Wings Air berinisial FAR. 

Kabid Humas Polda NTT Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, mengatakan, FAR ditahan karena menyebut kata bom dalam kopernya. 

Baca Juga:
Perluas Layanan, Wings Air Terbangi Rute Banjarmasin-Muara Teweh

"Kejadiannya kemarin sore di Bandara Frans Seda Maumere," ungkap Krisna kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Senin (3/5/2021) malam. 

Kejadian itu, lanjut Krisna, bermula pada Minggu (2/5/2021) pukul 14.00 Wita, FAR beserta anaknya melakukan check in di Bandara Frans Seda. 

Baca Juga:
Khusus Nakes, Naik Pesawat Lion Air Group Gratis Tes Antigen dan PCR sampai 14 November

Rencana keberangkatan FAR, menggunakan maskapai Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1941 tujuan Maumere-Makasar-Jakarta. Jadwal penerbangan pukul 15.00 Wita. 

"Tak berselang lama, FAR ditahan petugas Up Cek Aviacion Security, karena mengatakan koper yang dibawanya adalah berisi bom," ujar Krisna. 

Baca Juga:
Ada Penumpang Tarik Tuas Pintu, Pesawat Wings Air Tujuan Bima Putar Balik ke Bandara Lombok

Menurut Krisna, karena menyebut bom dalam koper, membuat panik sebagian calon penumpang lainnya. 

Petugas Up Cek Aviacion Security Bandara Frans Seda Maumere, kemudian menghubungi petugas kepolisian yang bertugas di lokasi bandara tersebut. 

Polisi dan petugas bandara, kemudian memeriksa isi koper milik FAR. Selanjutnya, FAR bersama anaknya yang berumur 11 tahun, dibawa ke pos polisi untuk diinterogasi. 

"Yang bersangkutan mengakui bersalah atas pernyataan yang dilontarkan, sehingga dia sempat memohon untuk diselesaikan secara internal," ujar Krisna. 

"Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, kalau koper yang dibawa berisi bom hanya candaan saja, atau unsur kekecewaan atas pembayaran over bagasi," sambung dia. 

Setelah itu, FAR kemudian membatalkan jadwal penerbangan dan memberikan klarifikasi, termasuk juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. 

"Surat pernyataan itu ditandatangani di Pos polisi KPPP Udara Maumere tadi pagi pada pukul 09.00 Wita. Yang bersangkutan akhirnya diperbolehkan untuk pulang," kata Krisna.(fh/sumber:kompascom)