Gojek-Tokopedia Resmi Merger jadi GoTo

  • Oleh : Redaksi

Senin, 17/Mei/2021 15:19 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Perusahaan transportasi daring, Gojek, dan raksasa e-commerce Tokopedia, Senin (17/5), secara resmi mengumumkan merger bernilai miliaran dolar. Perusahaan teknolog baru hasil merger terbesar di Indonesia itu, dinamakan GoTo group.

Kesepakatan itu terlaksana ketika Gojek dan Tokopedia - yang masing-masing didukung oleh investor raksasa global - berusaha meningkatkan profitabilitasnya 10 tahun setelah keduanya didirikan, yaitu dengan menggabungkan layanan mereka dalam satu platform. Hal tersebut juga memperluas konsolidasi yang tumbuh di antara kedua perusahaan rintisan teknologi yang bergerak cepat di Asia Tenggara.

Baca Juga:
Telkomsel Gelontorkan Dana Rp 4,2 Triliun ke Gojek, Ada Apa?

Alibaba Group Holding, SoftBank Group Corp, dan GIC sovereign wealth fund Singapura termasuk di antara investor Tokopedia, sedangkan investor Gojek termasuk Google, Warburg Pincus, dan Tencent Holdings.

Sumber-sumber yang mengetahui hal itu sebelumnya mengatakan bahwa kedua perusahaan sedang mengincar merger senilai $18 miliar.

Baca Juga:
Merger Perusahaan Gojek dan Tokopedia, Inikah Susunan Bosnya?

Dalam pernyataan bersama, perusahaan tidak memberikan valuasi GoTo Group, tetapi mengatakan bahwa berdasarkan data historis penggalangan dana perusahaan, valuasi sebelumnya secara gabungan adalah $18 miliar.

Chief Executive Gojek Andre Soelistyo akan memimpin bisnis gabungan itu dengan menjadi CEO GoTo, sementara Presiden Tokopedia Patrick Cao akan menjadi Presiden GoTo.

Baca Juga:
Isu Merger Gojek-Tokopedia, KPPU Ungkap Risiko Ini

"Model bisnis kami sekarang bahkan lebih beragam, stabil, dan berkelanjutan. Kami memiliki transaksi Gojek dengan volume tinggi, mobilitas frekuensi tinggi, dikombinasikan dengan transaksi e-commerce frekuensi menengah dan bernilai tinggi dari Tokopedia," kata Cao.

Bulan lalu, perusahaan transportasi online dan pengantaran makanan terbesar di Asia Tenggara, Grab, melakukan merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) senilai $40 miliar. Sementara itu, perusahaan internet regional yang berbasis di Singapura, Sea Ltd, yang mengoperasikan platform e-commerce Shopee, juga sedang bergerak dalam bisnis pengiriman makanan dan layanan keuangan.

Goldman Sachs adalah penasihat keuangan Gojek, dan Citi adalah penasihat keuangan Tokopedia.

5 Fakta Menarik Seputar Merger

Berikut sejumlah fakta mengenai GoTo yang merupakan merger dari Gojek dan Tokopedia: 

1. Tanda merger sejak beberapa bulan lalu Petunjuk mengenai merger kedua perusahaan sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu. Hal tersebut diantaranya terlihat dari adanya iklan terbaru Gojek yang bertemakan edisi bulan Ramadhan. 

Dalam iklan tersebut terlihat sosok ikonik Tokopedia membonceng mitra driver Gojek. Di akhir iklan juga muncul sejumlah mitra driver Gojek dan lakon ikonik Tokopedia dari beberapa rumah yang melangkah ke arah kamera.

Diberitakan Kompas Tekno 15 April lalu, pengguna Tokopedia belakangan mendapati cashback berupa poin yang disimpan dalam bentuk Tokopoints dan bukan Ovo poin seperti sebelumnya. 

Merger keduanya juga sempat dikabarkan oleh sebuah sumber kepada Reuters. "Semua syarat kesepakatan telah disetujui. (Merger) ini membawa dua perusahaan yang tidak saling bersaing untuk bersama," kata seorang sumber yang enggan disebut identitasnya, dirangkum KompasTekno dari Reuters, Sabtu (10/4/2021). 

2. Investor Melansir dari Kompas.com, Sabtu (10/4/2021), kedua startup dibekingi sejumlah investor besar. Salah satu pemegang saham Tokopedia merupakan perusahaan raksasa China, Alibaba Group. Adapun sejumlah investor Gojek di antaranya adalah Warburg Pincus dan Toncent Holdings. Keduanya juga memiliki investor yang sama seperti Temsaek Holdings, Sequoia Capital dan Google. 

3. Peluang penghasilan lebih besar bagi mitra Andre Sulistyo menyampaikan mitra driver Gojek berpeluang memiliki pendapatan lebih besar dengan adanya merger dua startup ini. “Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia, sementara penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya," tutur Andre. 

Saat ini sampai akhir tahun 2020 Group Go To telah memiliki lebih dari 2 juta mitra driver terdaftar dan lebih dari 11 juta merchant dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta.

Sementara itu, Presiden GoTo Patrick Cao menyebut ke depan model bisnis perusahaan akan semakin beragam, stabil dan bekelanjutan. Pihaknya yakin GoTo akan berkontribusi pada produk domestic bruto (PDB) nasional. "Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi," ucap Patrick. 

4. Susunan petinggi GoTo Adapun susunan petinggi GoTo adalah sebagai berikut: 
CEO Group: Andre Soelistyo dari Gojek 
Presiden GoTo: Patrick Cao dari Tokopedia 
CEO Gojek: Kevin Aluwi 

CEO Tokopedia: CEO Tokopedia 

Andre nantinya akan bertanggung jawab di tingkat grup namun juga memimpin bisnis pembayaran dan layanan keuangan yang diberi nama GoTo Financial. GoTo Financial mencakup layanan GoPay dan layanan keuangan dan solusi bisnis mitra usaha. 

5. Gojek dan Tokopedia tetap ada Meskipun perusahaan merger akan tetapi Gojek dan Tokopedia akan tetap beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri di dalam ekosistem Group GoTo. 

William mengatakan, Group GoTo nantinya memiliki misi menciptakan dampak sosial berskala besar termasuk memberi kesempatan setara bagi pelaku UMKM. Co-founder Gojek, Kevin mengatakan bahwa Grup GoTo berada dalam posisi kuat untuk memenuhi lebih banyak lagi kebutuhan sehari-hari konsumen. 

(VOA/kompas.com).