Kini Perjalanan Jakarta-Medan dengan Bus Sempati Star Lebih Cepat

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 25/Mei/2021 14:57 WIB
Bus Sempati Star dengan pengemudinya Bram. Bus tersebut melayani trayek Jakarta-Medan. Bus Sempati Star dengan pengemudinya Bram. Bus tersebut melayani trayek Jakarta-Medan.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Kini jarak tempuh perjalanan darat Jakarta-Medan menggunakan bus semakin cepat semenjak adanya akses jalan tol. Sebelumnya bus yang melintas jalan tersebut akan memakan waktu selama tiga hari tiga malam. 

Hal itu diutarakan pengemudi bus Sempati Star jurusan Medan-Jakarta. 

Baca Juga:
Sopir Bus TransJakarta Tewas Ditusuk di Ciracas Jaktim

"Sekarang (perjalanan) dua hari dua malam setengah, soalnya kita lewati tol terus," kata Imbrahim di Terminal Bekasi, Selasa (25/5/2021). 

Pria yang akrab di sapa Bram tersebut mengatakan, jika ada penumpang yang hendak turun di daerah tertentu yang mengharuskan bus keluar tol, maka bus tidak akan melakukannnya. Penumpang tersebut harus diturunkan sampai di pintu tol saja, baik yang keluar maupun saat masuk tol. 

Baca Juga:
Sudah Naik! Ini Tarif Baru Bus Sempati Star Medan-Jakarta, Medan-Banda Aceh

"Kita enggak ada lagi lewat bawah(jalur non tol). Kalau turunkan penumpang sampai pintu tol saja," kata Bram. 

Baca Juga:
Sopiri Bus Sempati Star Bakasi-Medan, Adi Tetap Perlente Selama 3 Hari di Jalan, Begini Aksinya!

Meski perjalanan semakin singkat, Bram menceritakan bahwa saat pandemi Covid-19 penumpang bus semakin sedikit dan bus harus menunggu dengan bus lainnya untuk mendapatkan penumpang. 

"Kita sebulan cuma dapat palingan tiga trip," ujar Bram. 

Warga Lueng Putu, Pidie Jaya tersebut menceritakan, antrean bus saat pandemi semakin banyak, bisa mencapai tiga ampai empat bus.

Bus akan diberangkatkan dalam satu hari satu bus dari arah Jakarta atau sebaliknya, paling maksimal akan berangkatkan dua bus pada hari-hari tertentu. 

Saat ini jalan tol lintas sumatera tersebut diungkapkan Bram masih banyak yang berlubang. Hal itu sangat membahayakan pengguna jalan dan menghambat perjalanan. 

Ibrahim mengungkapkan dirinya telah bergabung dengan beberapa PO untuk mengendarai bus jurusan pulau Jawa-Sumatera. 

Lebih kurang 24 tahun dia menjadi sopir di jalurnya tersebut, hingga akhirnya bergubung dengan PO Sempati Star sekarang ini. 

Bapak tujuh anak ini juga pernah berhenti untuk mengendarai bus dan memilih menjadi TKI di Malaysia sebagai tukang jahit pakaian. Lantaran pandemi Covid-19 dia terpaksa dipulangkan sejak awal tahun 2020 lalu. 

"Karena sudah biasa di bus, enggak sanggup duduk di rumah," ujarnya.(fahmi)