Jembatan Timbang Punya 3 Fungsi, Apa Saja?

  • Oleh : Naomy

Selasa, 20/Jul/2021 12:43 WIB
Angkutan barang Angkutan barang


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Hai SobatLitbang, Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang banyak melakukan kegiatan khususnya kegiatan di bidang ekonomi. 

Pergerakan di bidang ekonomi ini membutuhkan sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang perkembangannya, khususnya sarana dan prasarana transportasi.

Baca Juga:
Sambut Harhubnas, Balitbanghub Gelar Donor Darah dan Plasma Konvalesen

Daerah-daerah yang dekat dengan kawasan industri, sentra produksi, pelabuhan, jalan tol dan kawasan strategis lainnya merupakan daerah yang banyak dilalui angkutan barang. 

Kondisi tersebut memungkinkan adanya angkutan barang yang membawa muatan berlebih melalui jalan raya.

Baca Juga:
Manfaat Digitalisasi Dokumen Logistik Hasil Kajian Balitbanghub

Untuk itulah pemerintah membangun Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor(UPPKB) atau biasa dikenal dengan Jembatan Timbang. 

Lalu apa sebenarnya fungsi dan apa saja pelanggaran yang masih sering ditemukan di Jembatan Timbang? 

Baca Juga:
Kabadan Litbanghub: Tingkatkan Potensi Kepulauan Mentawai Butuh Sinergi Pusat dan Daerah

Di postingan sosial media facebook balitbanghub dan instagram  @balitbanghub15 di 20 Juli 2021, disebutkan ada tiga fungsi Jembatan Timbang.

Pertama fungsi pencatatan, untuk melihat perkembangan lalu lintas, angkutan barang, dan kendaraan kelebihan muatan.

Kedua, fungsi pengawasan di mana lalu lintas angkutan barang membutuhkan pengawasan tonase dan jenis barang yang diangkut.

Ketiga fungsi penindakan, u untuk mencegah kerusakan lalu lintas jalan maka diperlukan penindakan sesuai dengan tonase angkutan barang yang diizinkan untuk setiap jenis jalan.

Adapun pelanggaran yang masih saja terjadi di jalan adalah over loading over dimensi administrasi dan tata cara pemuatan barang. (omy)