PPKM Level 4, Lalin Tol Menuju Jakarta Meningkat 30 Persen

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 30/Jul/2021 14:42 WIB
Jadwal penyekatan di Gerbang Tol Bekasi Timur selama PPKM Darurat. Foto: BeritaTrans.com. Jadwal penyekatan di Gerbang Tol Bekasi Timur selama PPKM Darurat. Foto: BeritaTrans.com.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Polda Metro Jaya mengungkapkan mobilitas masyarakat di DKI Jakarta mengalami peningkatan sejak diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, peningkatan mobilitas tersebut terjadi karena sebagian sektor non-esensial dan non-kritikal dibuka kembali di masa PPKM level 4 ini.

Baca Juga:
Tidak Ada Pengecualian, Mobil Pelat RF Masih Arogan di Jalan

“Tiga hari terakhir ini terjadi peningkatan mobilitas oleh masyarakat. Mungkin hal ini memang (karena) di PPKM level 4yang terakhir ini kan ada ketentuan bahwa bengkel, barber shop, laundry itu sudah mulai buka. Pekerja-pekerjanya berarti sudah melaksanakan mobilitas,” ucap Sambodo, Kamis (28/7/2021).

Selain di jalan arteri, peningkatan mobilitas masyarakat terpantau terjadi di tiga gerbang utama menuju Jakarta. Volume lalu lintas di tiga gerbang tol ke Jakarta tercatat mengalami peningkatan hingga 30 persen selama 3 hari terakhir ini.

Baca Juga:
Tilang Langsung Berlaku Lagi di Jakarta, Hanya Incar 3 Jenis Pelanggaran

“Kalau dihitung dari volume arus lalu lintas dari tiga gerbang tol utama yang menuju Jakarta, yaitu Ciliitan, Tomang dan Halim bahkan terjadi peningkatan sampai dengan 30 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sambodo mengatakan, selama PPKM level 4 ini berlaku, pemeriksaan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) di titik-titik penyekatan masih diberlakukan. Namun sudah tidak ada lagi antrean di titik penyekatan.

Baca Juga:
Catat, Ini Ruas Tol yang Pasang Kamera Tilang Elektronik atau ETLE

“Masih kita berlakukan. Petugasnya sama, yang melintasnya sama, setiap hari ketemu jadi kan dia pasti hapal orang punya STRP atau enggak. Sehingga terlihat seperti longgar padahal memang dari jauh dia sudah punya STRP sudah menunjukkan dan sudah ketemu,” kata dia.

Kemudian Sambodo melanjutkan, untuk ojek online yang hendak melintas saat ini juga sudah tidak diperiksa lagi, hanya cukup dengan mengidentifikasi saja.

“Sehingga memang di beberapa titik penyekatan sudah tidak lagi terjadi antrean walaupun volumenya tetap ada,” ucapnya. (dn/sumber: Kompas.com)