Kapal Kayu Pengangkut BBM Terbakar di Maluku Tengah

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 27/Agu/2021 07:26 WIB
Ilustrasi kapal terbakar. Ilustrasi kapal terbakar.

MALUKU TENGAH (BeritaTrans.com) - Kapal Motor (KM) Mujur Indah terbakar saat hendak bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah di Pelabuhan Sero, Kampung Baru, Pulau Banda, Maluku Tengah, Kamis, (26/8). 

Kapal kayu itu membawa sekitar 20 drum BBM jenis minyak tanah (mitan). Kapolsek Pulau Banda Iptu Aris yang dikonfirmasi, membenarkan insiden kapal terbakar tersebut. 

Baca Juga:
Gertak China, Kapal Rudal Hipersonik AS Zumwalt Muncul di Pasifik

"Ia benar, KM Mujur Indah bawa mitan terbakar pada Kamis petang," ujarnya, saat dihubungi, Kamis, (26/8/2021) malam. 

Aris mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden kapal terbakar. Namun kerugian ditaksir sebesar Rp350 juta. 

Baca Juga:
Sudah Dangkal, Nelayan Minta Pemerintah Aceh Besar Keruk Kuala Gigeng dan Dermaga Lhokseudu

Dia menjelaskan kronologi kapal kayu itu terbakar saat bersandar di Pelabuhan Sero. 

"Kapal terbakar saat mentransfer mitan dari atas kapal menggunakan mesin alkom pada Kamis (26/8) sekitar pukul 15.20 WIT," ujar Aris. 

Baca Juga:
Kapal Tol Laut Angkut Minyak Goreng Murah dari Surabaya ke Morotai

Dia berkata, dua orang anak buah kapal sempat mengalami luka bakar, masing-masing La Kampo dan Rusman. Mereka sempat berjibaku memadamkan kobaran api. 

Karena kobaran api begitu luas dan mengepung badan kapal, mereka memutuskan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. 

"Kalau La Kampo luka bakar di bagian lengan kiri dan Rusman juga terkena luka bakar, mereka melompat dan berenang ke daratan," ucapnya. 

Sebelum kapal terbakar, kata Aris, dua orang anak buah kapal sedang melakukan transfer mitan dari dalam drum ke pangkalan minyak tanah. 

Tiba-tiba, kata Anis selang alkom yang terpasang rapat di mulut drum terlepas dan menyemburkan minyak ke bagian mesin alkom yang beroperasi. 

Camat Pulau Banda Kadir Sarilan membenarkan insiden terbakar KM Mujur Indah di Pelabuhan Sero. Dia mengatakan kapal terbakar saat hendak melakukan aktivitas bongkar muat bahan bakar minyak tanah di Pantai Kampung Baru. 

"Kebakaran diakibatkan karena selang minyak yang terpasang di mesin alkom terlepas dan tersambar percikan api lalu terbakar, tidak ada korban jiawa hanya luka bakar ringan," kata dia saat mengirim pesan singkat. 

Aparat TNI dan Polri dibantu warga Kampung Baru, Pulau Banda, Maluku Tengah ramai-ramai ke pantai untuk memandamkan api. Namun karena keterbatasan alat pemadam kebakaran, ditambah angin kencang sehingga seisi badan kapal hangus dilalap api. 

Kapal kayu berpenumpang lima orang itu menyelundupkan 20 drum BBM jenis minyak tanah. Kapal berlayar dari Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi menuju Pelabuhan Sero, Kampung Baru, Pulau Banda. 

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap dua orang anak buah kapal.(fh/sumber:cnn)