Sekda Aceh Tinjau Kapal Ambulans Laut di Ulhee Lheue

  • Oleh : Redaksi

Senin, 30/Agu/2021 16:49 WIB
Speed ambulans milik Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, melakukan pencarian nelayan hilang, Selasa (4/8/2021). Dok: Yudistira Speed ambulans milik Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, melakukan pencarian nelayan hilang, Selasa (4/8/2021). Dok: Yudistira

BANDA ACEH (BeritaTrans.com) - Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, Minggu (29/8/2021), meninjau Kapal yang akan dijadikan sebagai ambulans laut, di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh. Dalam kunjungan itu, Sekda didampingi Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi, dan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Akmil Husein,

Kepada Kadishub dan Kadis Kesehatan, Sekda berpesan agar kapal dimodifikasi sesuai kebutuhan medis. Sehingga  penanganan pasien benar-benar maksimal. Taqwallah menyarankan agar saat kapal selesai dimodifikasi, terlebih dulu dilakukan simulasi penanganan pasien.

Baca Juga:
Stasiun Bakamla Aceh Perkuat Sinergitas dengan Stakeholder

“Penanganan dan tindakan medis di laut tentu berbeda dengan ambulans darat. Karena itu, saat modifikasi selesai, sebaiknya dilakukan simulasi. Yang butuh penanganan khusus itu biasanya ibu hamil. Jadi, saat simulasi nanti bisa kita coba praktekkan, agar ibu hamil merasa nyaman, baik saat dalam kapal maupun saat naik dan turun,” ujar Taqwallah seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, kepada Serambi, kemarin.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi, menjelaskan, awalnya kapal ini dirancang untuk kegiatan patroli. Namun, karena kebutuhan ambulans laut, kapal dengan nama lambung ‘Willem Toren 1875' ini akan dimodifikasi sesuai kebutuhan tim medis.

Baca Juga:
Tarif Kapal Feri di Pulau Simeulue ke Sejumlah Pelabuhan di Aceh Masih Normal

“Kapal ini dirancang untuk patroli laut. Selama ini Willem Torent itu sudah beroperasi untuk kegiatan-kegiatan patroli. Jadi, karena kapal ini akan dialihfungsikan sebagai ambulans laut, maka akan ada modifikasi sesuai kebutuhan tim medis. Sesuai arahan Pak Sekda dan masukan dari Kadis Kesehatan, maka kapal akan kita modifikasi,” ujar Junaidi.

Kapal Willem Toren berbahan bakar pertamax dan didukung oleh kekuatan mesin sebesar 2x250 Horse Power. Kapal ini dibangun di Bekasi pada tahun 2019, dengan panjang 12,35 meter dan lebar 3 meter.(amt/serambinews.com)

Baca Juga:
Ekspor Barang di Pelabuhan Aceh Lesu, Bea Cukai Beberkan Penyebabnya