Awali jadi Kenek dan Montir, Zulfi Mantap Piloti Bus SAN Bandung-Bengkulu Lewati Jalur Tengah

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 16/Sep/2021 12:41 WIB
Zulfi, pengemudi bus SAN Bandung-Jakarta-Bengkulu saat menaikkan penumpang di Terminal Bekasi. Zulfi, pengemudi bus SAN Bandung-Jakarta-Bengkulu saat menaikkan penumpang di Terminal Bekasi.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Tidak berhenti lama di Terminal Bekasi untuk menaikkan penumpang, bus SAN yang sebelumnya berangkat dari Bandung akan menuju ke arah Bengkulu. 

Bus SAN yang diawaki empat orang terdiri dari dua sopir Zulfi dan Almaidi, juga dua kenek Nasution dan Jeck. Mereka mengenakan seragam khas. 

Baca Juga:
Penumpang Datang Langsung Disambut Salam Pengurus Bus Antarkota di Terminal Bekasi

Driver Zulfi menceritakan waktu tempuh perjalanan dari Terminal Bekasi menuju Bengkulu sekitar 18 hingga 20 jam. 

"Kita biasanya masuk ke kapal (pelabuhan Merak) Jam satu jam 12 masuk. Tapi tau sendiri lah Jakarta ini macetmya macamamana," cerita Zulfi saat ditemui di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). 

Baca Juga:
Bus-Bus di Terminal Bekasi Ramai Penumpang, Siap Berangkat Berbagai Daerah

Dia menjelaskan jika keadaan jalan di Jakarta ada kemacetan, maka untuk menuju ke Bengkulu akan sedikit tersendat. Untuk menuju ke Pelabuhan Merak bisa melebihi waktu target dari pada biasanya. 

Zulfi dan kru lainnya yang mengawaki bus bersasis Scania tersebut akan melewati jalur Tengah di jalan Sumatera. 

Baca Juga:
Pakai Kendaraan Pribadi hingga Online, Penumpang Diantar Sampai Depan Bus

Para pengemudi atau kru bus SAN, biasanya telah melalui klasifikasi ketentuan untuk melayani penpang dan diizinkan mendapatkan trayek bekerja. 

Zulfi menceritakan dirinya dahulu sebelum menjadi pengemudi dia terlebih dahulu menjadi kenek hingga montir di PO tersebut. 

"Saya sudah lima tahun bawa SAN," ujar Zulfi. 

Bus yang dikemudikan Zulfi berangkat dari Bandung dan telah perpal atau menginap di sana selama sehari untuk diberangkatkan. Saat bus SAN tersebut tiba di Bengkulu, Zulfi juga harus perpal selama semalam untuk keesokan harinya berangkat kembali untuk membawa penumpang ke arah Bandung. 

"Sini (pulau Jawa) perpal semalam, di sana (Bengkulu) perpal. Seminggu dua kali jalan PP(pulang pergi)," ucap Zulfi. 

Kondisi jalan yang baik dikatan Zulfi saat ini snagat membantu laju kendaraan, terlebih lagi bisa membuat armada bus lebih awet dan membuat penumpang merasa nyaman. 

Pandemi ini, sempat membuat kondisi penumpang bus menurun. Namun, karena adanya kebijakan syarat perjalanan, kini kondisi penumpang kembali mulai ramai meski bus Zulfi tidak pernah mengalami membawa penumpang hingga penuh ketersediaan kursi. 

"Dari Bandung lumayan ramai lah," katanya. 

"Ini enggak penuh juga. Dari sini (Terminal Bekasi) kita langsung ke Merak," jelas Zulfi. 

Untuk mengistirahatkan diri atau libur, Zulfi menjelaskan perusahaan telah memiliki ketentuan khusus bagi para krunya. 

Setiap kru dijelaskan, dapat bisa mengambil jatah libur panjang setiap enam bulan sekali. 

"Kalau mau libur enam bulan sekali. Seminggu sih jatahnya," kata warga Bengkulu tersebut. 

Dengan mengenakan seragam dan ketentuan dari perusahaan, Zulfi dan kru lainnya tampak sigap memberikan pelayanan kepada penumpang. Membantu menaikkan barang hingga menunjukan nomor kursi sesuai tiket kepada penumpang. 

Adapun tarif bus SAN untuk keberangkatan dari Jabodetabek ke Bengkulu ialah Rp450 ribu. Sedangkan untuk dari Bandung menuju Bengkulu yaitu sekitar Rp500 ribu.(fahmi)