Krisis BBM Inggris, Antrean Panjang di SPBU Akibatkan Perkelahian

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 02/Okt/2021 21:50 WIB
Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Inggris dilaporkan memicu perkelahian di SPBU negara itu. Sebuah rekaman yang viral di media sosial menunjukkan perkelahian di Esso, salah satu pom bensin Inggris.(Foto: REUTERS/PETER CZIBORRA) Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Inggris dilaporkan memicu perkelahian di SPBU negara itu. Sebuah rekaman yang viral di media sosial menunjukkan perkelahian di Esso, salah satu pom bensin Inggris.(Foto: REUTERS/PETER CZIBORRA)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Inggris dilaporkan memicu perkelahian di SPBU negara itu. Sebuah rekaman yang viral di media sosial menunjukkan perkelahian di Esso, salah satu pom bensin Inggris. 

Inggris kini tengah dilanda krisis BBM. Antrean yang kian memanjang di SPBU yang masih buka diduga membuat warga frustasi dan kesal. Mereka juga khawatir tidak kebagian bahan bakar. Klakson kendaraan bermotor pun silih berganti berbunyi di pom bensin. 

Baca Juga:
Ngeri! Insiden Ledakan Truk BBM di Sierra Leone, 99 Orang Tewas

"Saya benar-benar muak. Mengapa negara tidak siap untuk apa pun?" kata seorang sopir taksi kelahiran Afghanistan, Ata Uriakhil (47) yang mengantre di salah satu SPBU di Richmond, dikutip Reuters. 

Uriakhil mengkritik para pejabat dan politisi Inggris karena tak mampu mengatasi krisis BBM ini. 

Baca Juga:
Heboh Truk Tangki BBM `Kencing` di Pinggir Jalan, Begini Reaksi Pertamina

"Para politisi tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Seharusnya pemerintah siap menghadapi krisis ini. Ini hanya inkompetensi," kata Uriakhil. 

Uriakhil juga bercerita bahwa dirinya kehilangan sekitar 20 persen pendapatan normalnya di minggu ini. Pasalnya, dia harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bensin dan membuatnya lebih jarang mendapatkan pelanggan. 

Baca Juga:
Pertamina Jadi Naikkan Harga BBM? Ini Daftar Terbarunya

Dalam mengatasi masalah ini, pemerintah Inggris menyatakan akan mengerahkan 200 tentara untuk mengantar bahan bakar pada Senin (4/10). 

"Sementara situasinya mulai stabil, angkatan bersenjata kami ada di sana untuk mengisi setiap kekosongan penting dan membantu menjaga negara terus bergerak dengan mendukung industri untuk mengirimkan bahan bakar ke pom bensin," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace. 

Menurut pemerintah Inggris, kelangkaan BBM ini terjadi karena dunia sedang kekurangan sopir truk. 

Di sisi lain, beredar kabar bahwa situasi ini terjadi karena salah satu kebijakan Brexit yang menyebabkan perusahaan sulit merekrut pekerja di luar Inggris. 

Proses perekrutan yang sulit ini membuat Inggris kekurangan pekerja, termasuk sopir truk yang bertugas mengantarkan BBM. Masalah ini menjadi salah satu penyebab kekurangan bahan bakar dan kekosongan beberapa pom bensin Inggris. 

Tak hanya sektor bahan bakar, kekurangan pengemudi juga memengaruhi sektor farmasi dan peternakan di negara itu.(fh/sumber:cnn)