Memanas! Taiwan Enggak Bakalan Kompromi dan Rujuk kepada China

  • Oleh : Fahmi

Senin, 11/Okt/2021 05:19 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.(Ist) Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.(Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan akan terus memperkuat pertahanan negara itu untuk memastikan tidak ada yang bisa memaksa Taiwan rujuk dengan China. Dia menyebut jika China tidak menawarkan kebebasan dan juga demokrasi. 

Hal tersebut dia sampaikan saat berpidato dalam Rapat Umum Hari Nasional, Ahad (10/10/2021). China mengeklaim Taiwan masuk ke dalam wilayahnya sendiri. 

Baca Juga:
Filipina Tolak Tuntutan China soal Pindah Kapal di LCS

Saat ini Taiwan sedang berada di bawah tekanan militer dan politik yang memanas untuk menerima pemerintahan China. Termasuk misi angkatan udara China yang masuk ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. 

Pada Sabtu (9/10/2021), Presiden China Xi Jinping berjanji untuk mewujudkan penyatuan kembali dengan Taiwan secara damai. Namun rakyat Taiwan menyampaikan dengan tegas bahwa mereka bisa memutuskan sendiri masa depannya. 

Baca Juga:
Waspada RI, 300 Kapal China Patroli di Laut China Selatan

Tsai menyampaikan pihaknya berharap untuk meredakan ketegangan di Selat Taiwan. Ia juga menegaskan jika Taiwan tidak akan bertindak gegabah. 

"Tapi seharusnya tidak ada ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan," katanya dalam pidatonya seperti dilansir Reuters. 

Baca Juga:
Kapal Riset China `Teror` ZEE Indonesia sampai Landas Kontinen

Lebih lanjut dia menegaskan akan memperkuat pertahanan nasional. Hal itu sekaligus untuk menunjukkan tekad bahwa tidak akan ada yang bisa memaksa negara itu untuk mengambil jalan yang telah ditetapkan China untuk Taiwan. 

"Ini karena jalan yang telah ditetapkan China tidak menawarkan cara hidup yang bebas dan demokratis bagi Taiwan, atau kedaulatan bagi 23 juta warga kami," tegasnya. 

Menurutnya, China telah menawarkan model otonomi satu negara dan dua sistem kepada Taiwan, seperti yang digunakannya dengan Hong Kong. Tetapi semua partai besar Taiwan telah menolaknya, khususnya setelah tindakan keras keamanan China di bekas jajahan Inggris itu. 

Tsai menyampaikan ulang tawarannya untuk berbicara dengan China atas dasar kesetaraan, meskipun tidak ada tanggapan segera dari Negeri Tirai Bambu. China menyebut Taiwan sebagai separatis yang menolak untuk mengakui Taiwan adalah bagian dari China dan tidak mengakui pemerintah Taiwan. 

Tsai mengatakan Taiwan adalah negara merdeka yang disebut Republik China, nama resminya. Pihaknya tidak akan berkompromi dalam mempertahankan kedaulatan dan kebebasannya.(fh/sumber:cnbc)