Bajaj dan PGN Diam-Diam Konsisten Ikut Bikin Biru Langit Jakarta

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 14/Okt/2021 11:35 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sejumlah Bajaj tampak berbaris antre menanti kesempatan mengisi BBG di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), Rabu (14/10/2021) siang.

Baca Juga:
Terseret Kereta di Cideng Hingga Tiga Meter, Sopir Bajaj Ini Selamat dari Maut

Di sasiun dengan mengoperasikan truk tangki BBG milik PGN itu, Bajaj dengan.mesin dimatikan satu-persatu mengisi bahan bakar di SPBG kawasan Terminal Grogol, Jakarta Barat, tersebut.

Sambil menanti giliran, dua pengemudi tampak beristirahat dengan tetap rebahan di kursi 'kokpit.' Kaki mereka diselonjorkan sehingga ke luar dari bodi Bajaj.

Baca Juga:
Aksi Sopir Bajaj Ini Berhasil Curi Perhatian Lesti Kejora, Ada Apa?

Jana, pengemudi Bajaj, mengaku lebih senang mengemudikan Bajaj BBG ketmbang berbahan bakar premium atau pertalite.

Baca Juga:
Bajaj Ngebut di Jalan Pantura Indramayu Jadi Tontonan Gratis Anak-anak

Pertimbangan utamanya adalah lebih murah dan irit. "Harganya setengah (ketimbang bensin, red). Irit juga," ujarnya.

Harga BBG hanya Rp3.100/liter, sedangkan premium lebih dari Rp6.000, sedangkan pertalite Rp7.650. 

Dia mengutarakan sehari hanya mengisi empat liter gas atau sekitar Rp20.000. Kalau menggunakan premium atau pertalite maka harus mengeluarkan biaya lebih banyak lagi.

Selain itu, Jana memilih BBG gara tidak ada asap. ""Nggak bikin bau atawa pengap orang laen," cetusnya.

Jana mengaku tidak sulit untuk mendapatkan BBG. Ada sejumlah tempat di Jakarta. Dia lalu menyebutkan satu-persatu lokasi SPBG. "Saya hapal karena memang mesti hapal," ujarnya sambil tertawa.

Transrportasi publik dengan roda tiga itu ternyata pelanggan utama SPBG di Grogol, yang dioperasikan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) sebagai bagian dari Sub holding gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

 Menurut Bowo, seorang petugas SPBG, sekitar 100 Bajaj mengisi BBG setiap hari. "Ada yang mengisi full tangki, ada juga yang misalnya Rp7.000 aja. Tapi semuanya kami layani sebaik mungkin," tuturnya.

Bikin Biru Langit Jakarta 

Aktivitas di SPBG itu terlihat biasa-biasa saja. Namun bila dicermati lebih jauh maka akan mendapatkan pemahaman bahwa mereka diam-diam menjadi bagian dari kekuatan untuk membirukan langit Jakarta.

Dengan BBG maka tidak ada CO2 mencemari udara, yang merupakan milik bersama seluruh makhluk hidup. Dengan demikian, pada gilirannya mereka juga menjadi bagian dari upaya dunia menekan kenaikan suhu muka bumi, efek rumah kaca dan perubahan ekstrem iklim.

Maka berterimakasihlah kepada pengemudi Bajaj dan PGN.

(Agus W) 

 

 

 

 

Tags :