Ini Dia Perempuan Asal Buton Lulusan Poltekpel Surabaya yang Tangani Kelistrikan di Kapal Pesiar Jerman

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 12/Nov/2021 21:54 WIB


Amsulistiani Ensch bertanggungjawab atas semua hal kelistrikan di atas kapal dari perusahaan AIDA. Bagaimana ceritanya sampai perempuan asal Makassar itu bekerja di kapal pesiar Jerman?

Baca Juga:
Ditjen Hubla Gelar Dengar Pendapat Umum Soal Permenhub Keselamatan Jiwa di Laut

Maskapai kapal pesiar AIDA punya 13 kapal pesiar. Saat wawancara, Ami sedang berada di kapal AIDAsol. AIDA sendiri adalah cabang perusahaan Italia, Costa Crociere, yang menawarkan layanan di Jerman.

Amsulistini Ensch, panggilan akrabnya Ami, adalah perempuan Indonesia pertama yang dapat sertifikasi untuk jadi ahli elektro di kapal.

Baca Juga:
Kemenhub Rekonsiliasi Klasifikasi Kapal Berbendera Indonesia dan Sertifikasi Garis Muat Kapal

 Perempuan asal Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra)  yang turut andil memeliharan dan  melancarkan  perjalanan kapal ke berbagai belahan dunia.

 Wanita kelahiran Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah 1986 yang kini satu-satunya  electrician wanita di kapal pesiar AIDAsol asal Jerman.

Baca Juga:
Kemenhub Kukuhkan 32 Marine Inspector dan 29 Asisten MI

Awal bekerja di atas cruise ship karena Kursus Hotel Kapal pesiar di Makassar  selama 3 (tiga) bulan dan praktek kerja di hotel selama setahun. Tak sekedar Kursus, namun skill berbahasa asing mengantarkanya mampu berinteraksi dengan crew lainnya dari 41 kebangsaan berbeda.

“Awalnya saya iseng-iseng jalan ke Cintra Land Makassar kebetulan lagi liburan, terus liat pengumuman Kursus langsung coba-coba tes dan lulus, begitupun pas tes diatas kapal pesiar,”ungkapnya saat interview bersama RRI melalui Zoom saat kapal berada di Swedia. Selasa,(5/10/2021).

Kontrak pertamanya dimulai tahun 2017, interview dan lulus di departemen perhotelan dan mengemban tugas pertama menjadi tukang bersih-bersih atau  Cabin Steward di Kapal 9.600 GT itu.

10 bulan berjalan, background Nani terungkap sebagai lulusan S1 Teknik Elektro dan akhirnya diikutsertakan pada  program cross training dan menjalani Trainee Elektro.

Usai kontrak, Ia memutuskan resign dan ditahun 2019 - 2020 mengikuti pendidikan setifikasi tenaga listrik kapal STCW III/6 atau Electro –Technical Officer selama 1,5 tahun di Poltek Pelayaran Surabaya (Poltekpel).

“Bedanya kalau di Cabin Steward khusus bagian pelayanan, kalau electrician lebih kepada mesin-mesin dan elektronik,”tambahnya.

Tantangan  menjadi electrician tak mudah, di tahun 2019 tahapan panjang dilaluinya mulai dari training selama 6 bulan di kapal Pesiar, membuat laporan, Ujian lebih dari sekali hingga akhirnya mendapat sertifikat untuk dapat kembali bekerja diatas kapal.

Kotrak Nani sebagai Electrician AIDAsol resmi  dimulai Agustus lalu. Ia satu-satunya wanita dari 15 tenaga elektro di kapal berkapasitas 3.800 orang itu. Dalam sebulan pendapatan Nani diatas Rp 25 juta.

Ia bercerita aktifitasnya secara umum bertanggungjawab terhadap semua hal kelistrikan diatas kapal mulai generator sebesar 11kV sampai batrei sekecil 1.5V.

“Tiap hari satu org secara bergilir handle request masalah kelistrikan dari departemen lain, dan lainnya handle maintenance dan inspection sampai troubleshoot, Kita punya jadwal maintenance teratur untuk tiap machinery listrik. Dari yang weekly, dua mingguan, bulanan, tahunan, sampai 5 tahunan”jelasnya.

Tinggi badan menjadi satu hambatannya dalam menjalankan beberapa aktivitas, namun berkat fasilitas tools lengkap seantero kapal, termasuk tangga lipat dan kekompakan Tim hal tersebut dapat teratasi.

Berada jauh dari tanah kelahiran tak membuat wanita dengan tinggi badan 150 cm itu lupa keluarga, dalam setahun sehabis kontrak  Ia kembali ketanah air melepas rindu bersama keluarga tercinta di Baubau.

Ia berharap anak – anak Buton juga sepertinya, dapat bekerja dan berkeliling ke berbagai negara di Dunia.

“Kuncinya itu percaya diri, Kemauan tinggi dan dapat informasi yang benar, sebab tidak sedikit kasus agency bodong menyalurkan tenaga kerja keluar negeri secara mudah namun tidak sesuai prosedur, utamanya lewat calo,”pesannya.

Berikut sederet Fakta tentang Nani:

Menikah dengan Pria Kebangsaan Jerman

Amsulistiani Ensch, nama belakang itu didapatkan setelah menikah dengan lelaki asal Jerman. Keduanya terlibat cinta lokasi saat masih di departemen Hotel Kapal pesiar. Saling suka membawa mereka ke mahligai pernikahan di Kota Baubau ditahun 2018. Saat ini keduanya masih diatas Kapal, sang suami berprofesi sebagai Juru masak. Kebutuhan dan fasiltas Pasangan suami istri selama diatas laut juga dijamin pihak manajemen kapal.

Pendidikan

Pendidikan Nani dimulai di SDN 2 Baguala, Ambon. Selanjutnya SMPN 2 Kabaena Timut di Talaga, SMAN 1 Baubau dan empat tahun menempuh pendidikan S1 di Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS). Ditahun 2019  di Poltek Pelayaran Surabaya dan masa Trainee Elektro 1 tahun di AIDA. Sederat prestasi juga diraih Nani salah satunya Founder orobot.id

Keluarga

Nani merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Buah hati dari Serda Purn. La Ambo (Alm) dan Wa Ode Zaelani. Ayahnya merupakan pensiunan TNI AD di Kodim 1413 Buton.“

Indonesien | Amsulistiani La Ambo, Schiffselektrotechniker Offizierin bei AIDA

Sumber: rri.co.id dan dw.com