Kapal Selam Rusia Tabrak Kapal Perang Inggris

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 08/Janu/2022 22:13 WIB
Foto:istimewa Foto:istimewa

Jakarta (BeritaTrans.com) - Sebuah kapal selam Rusia bertabrakan dengan kapal perang angkatan laut Inggris yang sedang berpatroli di Atlantik Utara. Tabrakan terjadi pada 2020, tetapi Kementerian Pertahanan Inggris baru mengkonfirmasinya Kamis (6/1/2022).

"Pada akhir 2020, sebuah kapal selam Rusia yang dilacak oleh HMS Northumberland bersentuhan dengan sonar yang ditariknya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN International. 

Baca Juga:
Mengenal Tarlac Class, Kapal Perang SSV Buatan PT PAL Indonesia dengan 2 Meriam dan Sanggup Angkut Tank

Angkatan Laut Kerajaan secara teratur melacak kapal dan kapal selam asing untuk memastikan pertahanan Inggris," kata pernyataan itu.

Kapal selam Rusia menabrak sonar atau sensor yang sedang ditarik kapal Inggris. Sensor ini sendiri merupakan peralatan yang membuntuti kapal ratusan meter di belakangnya.

Baca Juga:
Kapal Perang AL Inggris HMS Richmond Kunjungi Indonesia

Menurut Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Northumberland melakukan misi penting untuk melindungi perairan Inggris dan penangkal nuklir negara itu pada 2020. Sebuah sumber pertahanan Inggris mengatakan tidak mungkin tabrakan itu disengaja, sebab HMS Northumberland sedang mencari kapal selam di Lingkaran Arktik setelah menghilang dari radar kapal.

Kejadian ini rupanya sempat ditangkap oleh kru televisi yang sedang merekam film dokumenter "Warship: Life at Sea", menurut Channel 5. Rekaman kamera film memperlihatkan kru yang berteriak "Apa-apaan itu?".

Baca Juga:
Soal Nelayan Lihat Kapal Perang China Mondar-Mandir di Laut Natuna, Ini Penjelasan Pangkoarmada 1

Tidak jelas apa kerusakan yang diderita oleh kapal Rusia. Tetapi kapal perang itu harus kembali ke pelabuhan di Skotlandia untuk mengganti peralatan yang rusak.

Memang ada peningkatan aktivitas kapal selam Rusia dalam beberapa tahun terakhir dan fregat Angkatan Laut Inggris secara teratur berpatroli di Atlantik Utara. Kementerian Pertahanan Inggris biasanya tidak mengomentari operasi tetapi melakukannya karena insiden itu tertangkap kamera.(amt/sumber:cnbcindonesia.com) 

Tags :