Panen Penumpang, Bus NPM Melenggang ke Padang dari Terminal Bekasi

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 13/Janu/2022 14:01 WIB
Bus NPM menaikkan penumpang di Terminal Bekasi untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Padang. Bus NPM menaikkan penumpang di Terminal Bekasi untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Padang.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Penumpang begegas naik ke bus antarkota antarprovinsi (AKAP) PO NPM jurusan Padang dari Terminal Bekasi, Kamis (13/1/2022). 

Banyak penumpang bus jurusan Sumatera Barat (Sumbar) terlihat sudah menanti kedatangan bus yang akan diberangkatkan pada pagi menjelang siang ini. 

Baca Juga:
Penumpang Bus Tiba di Terminal Bekasi, Masih Bisa Pakai Becak Melanjutkan Perjalanan

Saat bus NPM Eksekutif Class tiba, penumpang langsung diarahkan petugas tiketing menuju ke bus untuk mempersiapkan barang bawaan dan naik ke armada. 

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id penumpang bus NPM tampak terlihat ada yang diantar oleh saudara. Sebagian penumpang akan naik terlihat gerombolan dengan terdiri dari orang dewasa beserta anak kecil. Ada juga orang yang akan berangkat sendiri. 

Baca Juga:
Seal Gardan Bocor, 4 Kru Bus Putri Candi Langsung Berjibaku Perbaiki

Agen di situ menyebutkan, jumlah penumpang yang diberangkatkan pada hari ini terbilang lumayan. Tidak ada pelonjakan, namun semua jadwal bus yang akan berangkat mendapatkan jatah penumpang. 

"Alhamdulillah lah lumayan sewa kita, dari pagi tadi ada berapa orang yang naik. Ini sekarang juga ada. Nanti siang lagi ada bus kita," kata agen tiketing NPM di terminal tersebut 

Baca Juga:
Bus Sempati Star Bekasi-Medan Ramai Peminat

Tidak berhenti lama setelah dipastikan penumpang naik, bus langsung diberangkatkan lagi untuk mengangkut oenumpang sebelum akhirnya mengakhiri perjalanan di Padang. 

Bus NPM yang diberangkatkan dari terminal tersebut akan menyisakan beberapa bangku lagi untuk selanjutnya menaikkan beberapa lagi penumpang yang ada di terminal atau agen Jabodetabek. 

Bus NPM, harga tiketnya untuk jurusan Bekasi(Jabodetabek)-Padang ialah Rp450 ribu. Semua terminal keberangkatan maupun di agen tiket yang ada di Jabodetabek harganya sama. Adapun tarif bus baru dengan bus Sutan Class yaitu sekitar Rp575 ribu.

Tentang NPM

Perusahaan otobus tersebut adalah PO NPM. NPM kepanjangan dari Naikilah Perusahaan Minang. 

Dikutip dari Tribunnews.com, PT NPM sudah berdiri sejak zaman pra kemerdekaan RI di tahun 1937 atau sekitar 80 tahun lalu. 

Boleh dibilang NPM karena merupakan satu-satunya perusahaan angkutan yang tertua di Sumatera Barat. 

Saat ini Direktur Utama PT NPM dijabat oleh generasi ketiga Angga Vircansa Chairul yang menjabat sejak tahun 2009. 

Saat ini PO NPM melayani AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi), AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) dan bus pariwisata. 

Rute bus AKDP dan AKAP-nya melayani rute kota-kota dari Sumatra Barat menuju beberapa kota di Sumatera dan Pulau Jawa seperti Jakarta dan Bandung. 

PO NPM didirikan oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Kuniang di kota Padang Panjang, Sumatra Barat. Perusahaan otobus yang banyak menggunakan chassis bus Mercedes-Benz ini memiliki motto “Aman, Tepat, Terpercaya.” 

Kehadiran PO bus ini di bisnis transportasi darat, bersaing dengan sejumlah PO bus lainnya di Pulau Sumatera seperti PO ALS, PO ANS dan lain-lain. 

“Sebagai PO bus tertua, kami telah mengalami masa pasang surut, mulai dari krisis moneter di tahun 1998 hingga awal tahun 2000-an yang turut memukul bisnis transportasi, maraknya transportasi udara hingga munculnya pandemi Covid-19," owner PT NPM Angga Vircansa Chairul. 

Angga menceritakan, PO NPM meraih masa kejayaannya pada tahun 90-an dengan rute Padang – Bukittinggi. 

Pada era itu NPM dapat memberangkatkan 40 bus setiap hari dengan 7 jadwal keberangkatan. 

Masa kejayaan itu dirasakan mulai menurun ketika krisis moneter melanda Indonesia yang juga berimbas pada bisnis transportasi di tahun 1998 hingga awal tahun 2000-an. 

Penerbangan di Sumatera kini melayani banyak rute di beberapa kota dengan jumlah maskapai yang semakin banyak dan harga tiket yang mulai terjangkau. 

Masyarakat lebih banyak beralih ke moda transportasi udara sehingga menyebabkan bisnis moda transportasi darat menurun jumlah peminatnya," ujar Angga. 

"Bahkan dalam setahun terakhir ini, terpaan dari pandemi Covid-19 juga turut menjadi tantangan terbesar PO bus,“ lanjut Angga. 

Pada awal Angga dipercaya mengendalikan bisnis PO NPM, jumlah unit bus yang beroperasi tersisa hanya 27 unit.  

Di tangan dinginnya, perlahan PO NPM kembali berkembang dan kini mengoperasikan sekitar 57 unit bus, melayani jurusan Padang – Jakarta, Padang – Medan, Padang – Jambi dan bus pariwisata.(fahmi)