Kisah Kocak Rivaldo `Uncu` Kemudikan Bus Sempati Star: Pernah Diusir Penumpang

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 14/Janu/2022 18:11 WIB
Rivaldo saat bersiap di busnya yang akan membawa penumpang dari Terminal Bekasi, Jumat (14/1/2022). Bus Sempati Star akan menuju ke Medan. Rivaldo saat bersiap di busnya yang akan membawa penumpang dari Terminal Bekasi, Jumat (14/1/2022). Bus Sempati Star akan menuju ke Medan.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Memiliki postur badan kecil dan usia yang terbilang masih muda, lelaki kelahiran 1998 ini pernah diusir oleh sewa busnya dan tidak dipercaya sebagai sopir bus Sempati Star. 

Rivaldo atau biasa dikenal dengan Uncu merupakan pengemudi bus PO Sempati Star. Dia menceritakan, penumpang pernah meragukan dia sebagai sopir karena postur badan yang kecil dan wajah yang masih tampak muda. 

Baca Juga:
Pakai Pangkat Tiga, Sarwono Piloti Bus Rosalia Indah Jurusan Jakarta-Malang

"Dulu pernah ada penumpang enggak percaya sama saya, meragukan saya. Karena badan saya kecil," kata Rivaldo saat menceritakan kisahnya kepada BeritaTrans.com di Terminal Bekasi, Jumat (14/1/2022). 

Dia mengatakan saat itu adalah perjalanan rute dari Medan hendak menuju ke Padang. 

Baca Juga:
Jalan Keluar dari Terminal Bekasi Rusak dan Berlubang

Dia yang saat itu berada dibalik kemudi bus untuk bersiap berangkat dan penumpang saat itu satu-persatu naik ke busnya, tiba-tiba ada penumpang yang menegurnya untuk pindah dari balik kemudi tersebut. 

"Pernah saya diusir sama sewa. 'Eh mas, jangan duduk di setir nanti loncat mobilnya'!," kata Uncu menirukan percakapan penumpang tersebut. 

Baca Juga:
Jasa Raharja Kota Bekasi Gelar Pengobatan Gratis Lagi di Terminal Bekasi

Karena dia merasa segan, dia tidak menjawab penumpang tersebut dan memilih turun dari mobil. 

"Saya turun lagi, saya berdirilah depan kepala mobil. Dibilangin sama kenek saya. 'Itu bukan kenek buk, itu sopir dia, badan aja yang kecil," katanya menirukan jawaban kenek yang membelanya kala itu. 

Dia mengatakan bahwa semua kru bus Sempati Star memiliki seragam yang sama yaitu mengenakan kemeja dengan warna putih. Baju itu bukan hanya dikenakan pengemudi namun, kenek juga mengenakan baju dengan warna sama tersebut. 

"Kita kan baju putih semua sama. Jadi dibilang kayak gitu. Takut dia karena badan saya kecil kan, dipikirnya masih anak-anak kita," ujarnya. 

Hingga akhirnya penumpang itu juga ikut dengan Uncu yang membawa mobil sampai ke daerah Sumatera Barat. 

Penumpang yang sempat meragukan dia, dikatakannya sempat memujinya karena membawa bus dalam keadaan tenang dan bus melaju dengan nyaman. 

"Ditengoknya lagi saya bawa mobil di daerah Kelok 17, itu kan pengkolan-pengkolan semua. Alhamdulillah, baru diakuinya saya," kata Uncu. 

"Enggak ada satu orang pun sewa yang muntah katanya'," kata Uncu sembari menirukan penumpang perempuan yang meragukan dirinya sebagai sopir. 

Warga Kayu Tanam, Pariaman ini mengatakan, bahwa kawasan yang banyak tikungan beberapa penumpang akan merasa mual dan tidak akan tenang. 

"Kalau di sana sopir enggak pandai, muntah itu sewa," ucapnya. 

Kenek yang saat ditemui BeritaTrans.com menemani perjalanannya juga membenarkan bahwa Rival adalah pengemudi dengan badan kecil yang memiliki usia sangat muda dari pada sopir Sempati Star lainnya. 

"Cuma dia ini sopir Sempati yang paling kecil, anak sekolah punya ini. Paling kecil, paling muda," celoteh kenek Rio. 

Uncu menceritakan awal dia mengendarai mobil sudah dimulai dari usia 12 tahun. Berawal dari orang tua yang juga merupakan pengemudI bus AKAP. 

Saat itu dia sudah mahir mengendarai truk kecil dan pernah membawa truk besar untuk lintas Sumatera dan Jawa hingga akhirnya beralih ke bus antarkota antarprovinsi (AKAP). 

Membawa bus Sempati Star sudah dimulai pada setahun belakangan ini. Awalnya dia pernah membawa bus di PO lain dari tahun 2019 untuk rute Padang-Bakasi pula. 

Anak bungsu dari tujuh bersaudara ini mengakui, darah pengemudi sudah mengalir di darahnya yang menurun dari ayah dan kakak pertamanya. 

Mengendarai kendaraan berbadan besar dan menempuh perjalanan jauh bukan tidak ada hambatan. Rivaldo menceritakan saat membawa truk dia sempat kesulitan jika kendaraan mengalami kendala. 

Dia pernah mengalami bocor ban di Palembang. Saat itu membawa truk menganut barang ke arah Jawa dari Padang. 

Karena badan yang kecil, terpaksa dia harus meminta tolong kepada pengemudi truk lainnya yang. "Badan kecil kayak saya ini. Alhamdulillah dulu banyak yang mau berhenti nolongin saya ganti ban," katanya. 

Rivaldo mengungkapkan, saat ini bekerja di PO Sempati Star adalah yang ternyaman. Untuk masalah perbaikan dan persiapan bus akan dilakukan bersama-sama dengan kru lain atau ada montir yang mengurusi. 

Saat ini, Rivaldo bersama tiga kru lainnya melayani trayek Bekasi-Medan. Dia merupakan pengemudi serap dari Hadi yang merupakan pemilik bus batangan yang saat ini mereka awaki. 

Rivaldo menceritakan dia sudah dua hari berada di Jakarta sebelum akhirnya berangkat pada hari ini ke arah Medan. 

Bus Sempati Star dari Jabodetabek selalu mengawali mengambil penumpang dari Terminal Bekasi, Jawa Barat. Bus dari situ akan masuk lagi ke beberapa terminal untuk menaikkan penumpangnya. 

Jumlah penumpang saat ini dikatakan Rivaldo tengah ramai. "Penumpang Penuh dari loket. Dari Medan penuh mobil semua bang. Dari sini belum dapat laporan, entah berapa dari loket," katanya. 

Menginap beberapa hari di bus saat di pulau Jawa dilakukan karena banyaknya bus yang tersedia. Bus harus antre untuk membawa penumpang.(fhm)