Teknologi Baru Baterai Tesla Sekali Isi Bisa Melesat 1210 Km

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 21/Janu/2022 09:33 WIB
Tesla. Foto: istimewa. Tesla. Foto: istimewa.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Tesla kini telah dilengkapi dengan baterai generasi baru yang mampu melaju sejauh 1210km hanya dengan satu kali pengisian penuh. Seperti dilansir dari Carscoops, hal ini membuat masalah.

"kecemasan jangkauan" dianggap benar-benar terpecahkan. Baterai dikembangkan oleh perusahaan baru Our Next Energy (ONE) di Detroit dengan jarak tempuh melebihi mobil bertenaga bensin dan diesel.

Baca Juga:
Terungkap, Alasan Tesla Dulu Ogah Investasi di Indonesia: Sekarang Siap Kerjasama

Menurut CEO ONE Mujeeb Ijaz, baterai berteknologi baru yang dijuluki Gemini 001 memiliki jangkauan perjalanan 2 kali lipat dari yang ditawarkan Tesla Model S dan dapat dianggap sebagai tolok ukur terbaru dalam teknologi EV saat ini.

Bahkan Mujeeb juga yakin dengan jarak yang cukup jauh itu mendorong lebih banyak pembeli kendaraan untuk memilih EV sebagai kendaraan utama Baterai prototipe yang dikembangkan oleh ONE adalah baterai desain kimia terbaru berdasarkan lithium besi fosfat dan ONE berharap mereka dapat mengembangkan baterai ini untuk penggunaan komersial pada tahun 2023.

Baca Juga:
Saingi Indonesia, Tesla Diajak Bangun Pabrik Mobil Listrik di Malaysia

Selama pengujian, Tesla dikemudikan dengan kecepatan konstan 88,5 km/jam di jalan raya. jalan. Saat diuji di laboratorium dengan kondisi pengujian yang terkendali, unit prototipe ini mampu dikendarai sejauh 1400km untuk sekali pengisian penuh.

Baterai Gemini 001 menggunakan bahan yang lebih aman dan tahan lama dibandingkan baterai dengan mengurangi kandungan nikel dan kobalt serta mengganti kedua elemen tersebut dengan mangan dan grafit Saat dipasang pada Tesla Model S , baterai ini memiliki kandungan daya sebesar 203,7 kWh.

Baca Juga:
500 Ribu Mobil Tesla di AS Direcall Karena Fitur "Boombox"

Karena beberapa faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, rute berbukit, kondisi cuaca dan bahkan beban ONE memperkirakan jarak ini akan berkurang 35% atau hanya 786km. (dn/sindonews.com)