Menteri Pertahanan Tinjau Progres Modernisasi Pesawat C130H Milik TNI AU di Hanggar 4 GMF

  • Oleh : Naomy

Kamis, 27/Janu/2022 21:19 WIB
Menhan di Hanggar 4 GMF Menhan di Hanggar 4 GMF

 

TANGERANG (BeritaTrans.com) - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Hanggar 4 GMF, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga:
Garuda Ajukan Chapter 15 ke Pengadilan Amerika Serikat

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra, beserta jajaran direksi GMF dan Garuda Indonesia lainnya menyambut kehadirannya.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progress project modernisasi kokpit dan penggantian center wing box (CWB) untuk pesawat C130H milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).  

Baca Juga:
Pesawat di Prancis Tergelincir hingga Nyaris Masuk Danau

"Project yang dimulai sejak Desember 2021 lalu ini merupakan pengalaman pertama GMF dalam pengerjaan modernisasi kokpit dan penggantian CWB untuk pesawat C130H," kata Andi.

Dengan dukungan transfer teknologi dari produsen pesawat,  project tersebut telah menyelesaikan tahap removal sejumlah bagian pesawat seperti propeller, engine, dan outer wing. 

Baca Juga:
Boeing Bayar Rp3 Triliun, Buntut Kecelakaan Pesawat 737 MAX yang Menewaskan 346 Orang

Saat ini, GMF tengah melakukan tahap removal CWB. Harapannya, pengerjaan pesawat C130H pertama ini dapat diselesaikan pada Agustus 2022.  

Dalam prosesnya, Andi menekankan bahwa pihaknya senantiasa memastikan aspek safety terpenuhi sesuai dengan standard kualitas yang berlaku.

“Suatu kehormatan bagi GMF untuk dapat menyambut kedatangan Menteri Pertahanan dan dipercaya turut menjaga kelaikudaraan pesawat angkut militer milik TNI AU. Guna menjaga aspek safety,  GMF telah mengantongi sertifikasi dari Indonesia Defence Airworthiness Authority (IDAA)," ungkapnya. 

GMF juga terus membangun kolaborasi dengan experienced partner, serta memastikan kesiapan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, termasuk di antaranya material, sumber daya manusia, sistemfasilitas, tools dan equipment.

Untuk menunjang pengerjaan pesawat, GMF juga membuat SmartDock, yakni tangga perawatan pesawat yang dirancang khusus untuk tipe pesawat tersebut dan dilengkapi dengan sejumlah fitur canggih.

Fitur ini mendukung dilakukannya otomasi, mempermudah proses pemeliharaan pesawat, serta meningkatkan aspek safety dan keamanan.

SmartDock ini juga telah dinyatakan memenuhi persyaratan dari produsen pesawat terkait, serta memenangkan penghargaan Adhikara Rekayasa Kategori  Engineering, Procurement, & Construction dalam ajang Persatuan Insinyur Indonesia Award 2021.  

Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo mengungkapkan apresiasinya atas upaya GMF dalam menunjang langkah pemerintah untuk melakukan peremajaan armada yang dimiliki.

“Harapannya, bila Indonesia memiliki kapabilitas, pekerjaan perawatan pesawat dapat memaksimalkan sumber daya yang ada di dalam negeri,” tutur Prabowo. 

Project ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian nasional dalam pemeliharaan alutsista.  

Industri pertahanan merupakan segmen yang saat ini tengah dikembangkan oleh GMF sebagai upaya diversifikasi bisnis Perseroan.

Project C130H merupakan langkah GMF untuk turut berkontribusi menjaga kelayakan alutsista Republik Indonesia, serta mewujudkan rencana pengembangan pusat pemeliharaan dan perawatan pesawat udara milik industri pertahanan,” tutup Andi. (omy)