Juli Bahagia, Sopiri Bus Sempati Star Bekasi-Medan Harus Banyak Minum: Menjaga Pinggang

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 22/Feb/2022 12:22 WIB
Juli Bahagia pengemudi bus Sempati Star saat berada di Terminal Bekasi. Juli Bahagia pengemudi bus Sempati Star saat berada di Terminal Bekasi.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Berbagai cara untuk menjaga kesehatan tubuh untuk tetap fit dan mengantisipasi penyakit, terutama saat mengemudi di jalan lintas provinsi yang sangat jauh. 

Seperti yang dilakukan oleh Juli Bahagia pengemudi (Driver) bus Sempati Star jurusan Bekasi-Medan ini. Perjalanan dari Jawa Barat ke Sumatera Barat akan menghabiskan waktu berhari-hari. Selama perjalanan dia mampu menghabiskan banyak air mineral untuk menjaga daya tahan tubuhnya. 

Baca Juga:
Begini Persiapan dan Tarif Primajasa Jelang Nataru di Terminal Bekasi

"Kalau air putih banyak jugalah, kira-kira dari sini ke Medan sampai habis 10 botol," kata Juli Bahagia saat dijumpai BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/2/2022). 

Perjalanan saat mengatarkan penumpang dari arah Jawa ke hampir ujung Sumatera tersebut mampu menghabiskan waktu selama kurang lebih tiga hari. Dalam sehari dia mampu menghabiskan sekitar dua liter lebih air mineral. 

Baca Juga:
Penumpang Datang Langsung Disambut Salam Pengurus Bus Antarkota di Terminal Bekasi

Mengkonsumsi air mineral yang banyak tersebut dikatakannya untuk menjaga kesehatan tubuh terutama bagian pinggang. "Kalau saya banyak minum ini menjaga pinggang, kan kita duduk terus" ujarnya. 

Baca Juga:
Bus-Bus di Terminal Bekasi Ramai Penumpang, Siap Berangkat Berbagai Daerah

Berbeda saat tidak mengemudikan bus, Bahagia mengaku tidak akan banyak mengkonsumsi air mineral. "Kalau tidak jalan, ya enggak banyak minum. Kalau di rumah saja mungkin suma sebotol," ucapnya. 

Berbagai macam kebiasaan pengemudi bus antarkota antarpropinsi (AKAP) untuk menjaga diri. Meminum air mineral yang cukup menjadi kebiasaan Bahagia. Dia menyebutkan jika kru lain juga punya cara tersendiri untuk menjaga kesehatan. "Kalau yang lain saya enggak tahu," katanya. 

Untuk minuman lain seperti minuman energi atau cafein seperti kopi dia tidak begitu sering mengkonsumsinya. "Kopi tidak begitu kalau saya," ujarnya. 

Seperti yang dilakukan sopir bus PO Sempati Star ini, menganwal di terminal keberangkatan dia selalu menyiapkan sebotol air mineral kemasan botol. Dia juga akan mempersipakan botol berisi lain untuk menggantikan air yang habis. Botol itu berada di dekat kemudi agar mudah diraih.

Menggunakan seragam kemeja putih wajib bagi sopir PO Sempati Star dalam menjalankan pekerjaannya di jalan selama tiga hari tiga malam tersebut.  

Selain seragam yang rapi, perjalanan juga harus dipersiapkan dengan keadaan kru tetap fit. Untuk itu, Bahagia akan bergantian dengan sopir pengganti selama beberapa saat diperjalanan. Sopir penggantinya Rizal dan Keneknya Sukri. 

Bahagia menceritakan dia bergabung dengan PO ini sedari tahun 2012. Saat ini dia bersama Sempati Star mengisi jalur Jakarta-Medan. 

Saat ini diungkapkan bapak satu anak ini, kondisi penumpang saat ini tidak stabil alias tidak menentu. Namun, dia seperti merasa jumlah penumpangnya tengah menurun. 

Dari arah Jabodetabek, bus Sempati Star yang dikemudikannya tidak mengalami penuh penumpang. Dari ketersediaan 41 kursi hanya terisi sebagian tempat duduk saja. 

Dia menjelaskan penumpangnya tidak semua akan berangkat dari Jakarta ke Medan, namun ada juga yang akan turun di Palembang, Jambi dan tempat lainnya.  

Bahagia berharap juga kepada Pemerintah, untuk saat mamasuki bulan puasa dan lebaran tidak ada lagi pembatasan transportasi. Dia meminta untuk terus jalan dan bisa bekerja.(fahmi)