Spesifikasi Bus Listrik Transjakarta, Sekali Isi Daya Bisa Tempuh 250 Kilometer

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 11/Mar/2022 10:54 WIB
Peresmian bus listrik trasnjakarta, Selasa (8/3/2022). Foto: kompas.com. Peresmian bus listrik trasnjakarta, Selasa (8/3/2022). Foto: kompas.com.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Transjakarta resmi mengoperasikan 30 bus listrik dengan empat rute berbeda. Tenaga utama bus tersebut berasal dari baterai berkapasitas 324 kWh.

Direktur Utama PT Transjakarta Yana Aditya mengeklaim, bus itu sudah lolos uji ketahanan melewati jalanan banjir dan sudah diuji terkait skenario kecelakaan.

Baca Juga:
Fitrianti, dari Ibu Rumah Tangga Biasa Jadi Mahir Bawa Bus Transjakarta

"Jadi semua terkait dengan banjir dan kecelakaan sudah kami uji sehingga semua bisa kami antisipasi," kata Yana, saat konferensi pers peluncuran bus di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2022).

Dikutip dari dokumen pemaparan Transjakarta, bus yang mulai beroperasi 8 Maret 2022 itu dibuat oleh Build Your Dreams (BYD), pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat.

Baca Juga:
Bus Transjakarta Bawa 3 Penumpang Gaspol dari Terminal Bekasi, Petugas: Turun Jangan Lupa Tap, Kalau Nggak Kartu Keblokir

Bus listrik bertipe single low entry disebut bisa menempuh jarak 250 kilometer untuk satu kali pengisian daya.

Adapun jenis pengisian daya bertipe DC plug-in dengan konsumsi daya maksimum 1,3 kWh per kilometer. Satu bus bisa memuat 50 penumpang dengan 33 tempat duduk, serta satu pengemudi.

Baca Juga:
Bus Transjakarta dari Terminal Bekasi Beroperasi Lagi Usai Libur Panjang, Kru: Penumpang Lumayanlah

Untuk pengisian daya, bus listrik akan diisi pada malam hari dengan durasi sekitar 1,5-2 jam sekali pengisian daya.

Bus listrik ini juga diklaim akan menurunkan polusi suara hingga 28 persen dibandingkan bus konvensional.

Begitu juga dengan pengurangan emisi karbon. Bus listrik bisa mengurangi hingga 50,3 persen dibandingkan penggunaan bus konvensional.

Sedangkan untuk level efisiensi energi bus listrik juga diklaim memiliki potensi lima kali lebih tinggi dibandingkan bus konvensional bermesin diesel. (dn/sumber: kompas.com)