Ini Dia China Eastern Airlines yang Terbangi 1.036 Destinasi di 170 Negara

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 22/Mar/2022 06:50 WIB


SHANGHAI (BeritaTrans.com) - Pesawat China Eastern Airlines Corp Boeing Co 737-800  NG yang membawa 132 penumpang jatuh di Guangxi, provinsi barat daya China.

Berdasarkan FlightRadar24, penerbangan China Eastern Airlines MU5735 sedang melakukan perjalanan dari Kunming ke Guangzhou. Pelacakan radar menunjukkan pesawat turun tajam. Demikian mengutip Fortune, Senin, (21/3/2022).

Baca Juga:
China Eastern Airlines Masih Grounded 108 Pesawat Boeing 737-800

China memiliki rekor bagus keselamatan pesawat dalam sepuluh tahun terakhir.

Kecelakaan besar pesawat di China terjadi pada Agustus 2010, dengan korban 42 orang meninggal dalam kecelakaan pesawat dari Harbin ke Yichun.

Baca Juga:
Kotak Hitam Kedua Boeing 737-800 China Eastern Airlines Ditemukan

Adapun China Eastern Airlines Co Ltd. (CEA) adalah salah satu dari tiga maskapai besar di Tiongkok dan dapat ditelusuri kembali berasal dari skuadron pertama yang didirikan di Shanghai pada Januari 1957.

Selain itu merupakan maskapai Tiongkok pertama yang terdaftar di bursa saham New York, Hong Kong dan Shanghai.

Baca Juga:
China Eastern Airlines Pastikan Tak Ada Penumpang WNA di Pesawat Jatuh

Kemudian, sebagai anggota SkyTeam Alliance, CEA telah memperluas jaringan penerbangannya ke 1.036 tujuan di 170 negara dan wilayah melalui kerja sama erat dengan maskapai anggota SkyTeam Alliance.

Sementara itu, omzet penumpang tahunan CEA melebihi lebih dari 130 juta, peringkat 10 teratas di antara maskapai global.

Anggota Eastern Miles dapat menikmati hak keanggotaan 19 maskapai anggota SkyTeam dan lebih dari 790 ruang tunggu VIP bandara di seluruh dunia.

CEA mengoperasikan armada modern lebih dari 730 pesawat, yang merupakan salah satu armada termuda di maskapai besar di seluruh dunia.

Selain itu, perseroan menawarkan armada Wi-Fi berbadan lebar dalam penerbangan skala terbesar dengan model komersial dan teknis terkemuka di China.

China Eastern memiliki dua hub inti domestik di Beijing dan Shanghai dengan empat bandara, dan hub regional di Xi'an, Kunming dan kota-kota lain.

Lingkup bisnis di China mencakup semua bandara di kotamadya dan ibu kota provinsi serta bandara dengan omzet di atas 10 juta penumpang.