Jembatan Gantung Putus, 66 Siswa yang Sedang Difoto Drone Akhirnya Tercebur Sungai

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 26/Mar/2022 11:07 WIB
Jembatan gantung Leuwi Nutug Sungai Cileueur Kampung Turalak Dusun Desa Rt 01 RW 02 Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Ciamis putus dan ambruk pada Jumat (25/3) sekitar pukul 10.00 siang. Jembatan gantung Leuwi Nutug Sungai Cileueur Kampung Turalak Dusun Desa Rt 01 RW 02 Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Ciamis putus dan ambruk pada Jumat (25/3) sekitar pukul 10.00 siang.

CIAMIS (BeritaTrans.com) - Sebuah jembatan gantung di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, ambruk, Jumat (25/3/2022). 

Hal ini karena pengait sling baja di salah satu ujung jembatan merekah dan mengakibatkan sling lepas dari pengaitnya. 

Baca Juga:
Korban Kecelakaan Pikap di Ciamis tak Dapat Santunan Jasa Raharja

Lepasnya sling itu diduga karena tidak kuat menahan beban di atas jembatan.  

Sebab, saat kejadian, ada 66 siswa di atas jembatan yang sedang menunggu untuk difoto dengan drone. 

Baca Juga:
Jalan di TKP Kecelakaan Bus Ciamis Bakal Diperlebar

"(Sling) bukan putus. Pengait sling cekah (merekah) karena beban cukup berat," ujar Kepala Desa Sukamaju Dede Rahman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat malam. 

Akibat kejadian itu, puluhan siswa yang berada di atas jembatan berjatuhan. Adapun tinggi jembatan ke permukaan air sungai sekitar 3 meter. 

Baca Juga:
Sempat Dirawat di RS, Seluruh Korban Luka Kecelakaan Bus di Ciamis Diizinkan Pulang

Dede menjelaskan, ambruknya jembatan gantung terjadi pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. 

Saat itu, ada santri dan siswa SMP Al Huda yang sedang mengadakan acara munggahan menyambut bulan suci Ramadhan di dekat lokasi kejadian. 

"Mereka meliwet (membuat nasi liwet) bareng," jelas Dede. 

Para santri dan siswa kemudian menaiki jembatan dan hendak difoto menggunakan drone. 

Saat menunggu difoto, para siswa ini berada di satu sisi jembatan. Mereka berjejer saling berdampingan satu sama lain. 

"Memanjang di satu sisi jembatan, sisi kiri. Jembatan tak seimbang, bergoyang. Pengait sling merekah, enggak kuat. Kemudian ambruk sebelah," jelas Dede. 

Menurut dia, apabila puluhan siswa tersebut dalam posisi berjalan kaki di jembatan, mungkin saja jembatan itu tidak ambruk. 

Namun, dalam hal ini, mereka berdiam di satu sisi jembatan. 

"Jika satu orang (berat badannya) 50 kilogram dikali 66 orang. Sudah 3 ton. Berdiam di salah satu sisi jembatan, pengait sling tidak kuat," jelas Dede. 

Akibat peristiwa ini, sejumlah siswa dilaporkan harus menjalani pengobatan. 

Kabid Pelayanan Medis RSUD Ciamis Bayu Yudiawan mengatakan, pihaknya menerima empat korban jembatan gantung ambruk. 

Sebanyak dua korban langsung diperbolehkan pulang karena mengalami luka ringan. 

"Yang dua lagi sedang menjalani observasi selama enam jam," jelas Bayu. 

Dua orang yang diobservasi, kata Bayu, mengalami benturan di kepala. Namun, hingga Jumat malam, kondisinya dalam keadaan baik. 

Keempat korban yang mendapat perawatan di rumah sakit, jelas Bayu, semuanya berjenis kelamin laki-laki. Mereka berusia 13 tahun.(fhm/sumber:kompas)