Marathon KKP, 5 Lokasi di Kepulauan Riau Jadi Kampung Perikanan Budidaya

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 03/Apr/2022 22:27 WIB
Tebe Haeru saat meresmikan kampung bawal Bintang di Bintan, Kepri. (Ist) Tebe Haeru saat meresmikan kampung bawal Bintang di Bintan, Kepri. (Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Kelautan dan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mencanangkan lima kampung perikanan budidaya di Kepulauan Riau. 

Upaya ini dilakukan agar tersebarnya pengembangan perikanan budidaya dengan komoditas unggulan sesuai dengan potensi kawasan, pola segmentasi aktivitas usaha budidaya perbenihan, pembesaran dan pemasaran. 

Baca Juga:
Kementerian-KP-Barantin Tetapkan Manajemen Risiko Pengendalian Impor

Direktur Jenderal Perikanan budidaya, Tb Haeru Rahayu mengatakan dengan konsep pengelolaan usaha budidaya dalam satu kawasan dengan komoditas tertentu, melalui manajemen teknis dan usaha yang dikelola dengan kolaborasi bersama akan meningkatkan produktivitas dengan mengedepankan kelestarian lingkungan. 

"Di sini bersama-sama kita sinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya usaha pembudidayaan ikan yang berdaya saing dan berkelanjutan, menjaga kelestarian sumber daya ikan serta masyarakat sebagai penggerak utama dengan keterlibatan melibatkan berbagai aspek hulu (produksi sarana dan prasarana), on farm (pembesaran) dan hilir (pengolahan dan pemasaran),” ujar pria yang akrab disapa Tebe itu saat mencanangkan 5 kampung perikanan budidaya di Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (2/4/2022). 

Baca Juga:
Sanksi Administratif di Sektor Kelautan Perikanan untuk Pemulihan Ekosistem dan Berikan Efek Jera

Tebe menyebutkan, terobosan itu sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian nasional dan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekologi. 

Adapun kampung perikanan budidaya di Kepri untuk Tahap Pertama di Tahun 2022 ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya. Di antaranya adalah, Kampung Kerapu di Desa Air Sena Kecamatan Siantan Tengah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kampung Kakap di Desa Karas, Pulau Abang, Sijantung, Rempang Cate, Galang Baru Kecamatan Galang Kota Batam, Kampung Rumput laut di Desa Keban, Rawa Jaya, Sugie, Nyiur Permai, Kecamatan Sugie Besar Kabupaten Karimun, Kampung Rumput laut di Desa Pelakak Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga dan yang kelima Kampung Bawal Bintang di Desa Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. 

Baca Juga:
KKP Buka Pendaftaran Peserta Didik 2024, 100% untuk Anak Pelaku Utama Sektor Kelautan Perikanan

“Dengan adanya 5 kampung perikanan budidaya di Kepri ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas komoditas unggulan ekspor seperti kerapu, kakap, bawal bintang dan rumput laut yang menjadi peluang emas untuk meningkatkan pasar ekspor sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir,” sambung Tebe.

Pasalnya, lanjut Tebe, Kepri sangat dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, ditambah lagi, data yang diperoleh wilayah perairan Provinsi Kepri sebesar 96%. Potensi lahan perairan laut yang sangat luar biasa untuk kegiatan marikultur pesisir dengan jumlah rumah tangga pembudidaya terbanyak di Kabupaten Bintan. “Dengan adanya kampung budidaya ikan laut, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah, Kepri juga bisa menjadi sentra eksportir produk kelautan dan perikanan,” harap Tebe.

Terlihat sinergitas yang luar biasa, selain pihak pemerintah juga terlihat dari para pihak seperti dari PT Telkom melalui aplikasi platform digital dan dari perbankan PT Bank Negara Indonesia. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Tengku Said Arif Fadillah, menambahkan, langkah strategis dalam mewujudkan Visi dan Misi Provinsi Kepulauan Riau, khususnya pengembangan sektor kelautan dan perikanan terus diupayakan dari tahun ke tahun guna mendorong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dan program kampung perikanan budidaya dari KKP sangat sejalan dengan apa yang  diinginkan. 

“Kami menyambut baik dan terima kasih sekali kepada KKP, atas terpilihnya Kepri masuk dalam program nasional kampung perikanan budidaya dengan komoditas budidaya laut yang berpotensi ekspor,” tutur Arif.

“Kampung Perikanan Budidaya adalah pembangunan terintegrasi dari hulu-hilir, berbasis kawasan dan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dengan mengangkat keunggulan komoditas spesifik wilayah, transfer teknologi, peningkatan SDM dan kelembagaan kelompok”, ungkap Arif.

Arif berharap dengan dimulainya Pencanangan Kampung Perikanan Budidaya di Kepri yang secara simbolis dilakukan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya di lokasi Desa Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan ini mendapatkan dukungan dan respons yang baik dari seluruh masyarakat terutama pembudidaya, dengan terus semangat dan seluruh stakeholder di Provinsi Kepri. 

Di lokasi yang sama, Azlan selaku ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya yang beralamat di Kecamatan Bintan Kabupaten Bintan mengucapkan terima kasih kepada KKP atas dicanangkan kampung budidaya di Desa Tembeling sebagai kampung bawal bintang. 

“Menurut saya memang sangat cocok sebagai kampung bawal bintang karena semua orang suka dengan ikan bawal bintang dari Desa kami, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan asing,” ungkap Azlan.

Azlan menambahkan ikan bawal bintang sangat menjanjikan, karena harganya sangat tinggi dan dapat menarik wisatawan asing karena rasanya yang sangat gurih sehingga mereka sangat senang konsumsi ikan bawal bintang. Selain itu ikan bawal bintang sangat mudah dipelihara dan harga pasar bisa tembus sampai Rp 120 -130 ribu per kg. 

“Kelompok kami bisa berhasil panen sebanyak 2,5 ton atau dengan nilai perolehan sekitar Rp 260 juta. Dari hasil panen tersebut kami bisa membeli benih lagi dan kelompok kami juga bisa membeli kendaraan produksi, salah satunya untuk mengantar hasil panen ke pembeli. Selain itu selama masa pandemi Covid-19 ini, Alhamdulillah anggota kelompok kami selalu mempunyai penghasilan per bulannya dari hasil budidaya sehingga seluruh anggota kami terus semangat dan yakin usaha budidaya ikan bawal bintang menguntungkan dan menjadi komoditas andalan di desa kami,” jelas Azlan.

“Kami juga sangat terima kasih kepada KKP melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam atas dukungan bantuan benih bawal bintang. Dan kelompok kami selalu mengambil benih bawal bintang dari BPBL Batam karena sangat bagus dan berkualitas serta pertumbuhannya lebih cepat. Kami akan terus semangat dan berusaha meningkatkan hasil produksi kami sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” harap Aslan. 

Sementara itu, Kepala BPBL Batam, Ikhsan Kamil mengatakan pencanangan kampung perikanan budidaya di Kepri sebagai implementasi pengembangan budidaya laut dengan komoditas utamanya seperti kerapu, kakap, bawal bintang dan rumput laut. 

“Dengan adanya kampung perikanan budidaya laut di Kepri ini, geliat budidaya ikan laut semakin masif sehingga bisa meningkatkan produksi ikan laut nasional dan bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor, serta tentunya menggerakkan perekonomian daerah dan nasional,” ungkap Emil, sapaan akrabnya. 

Emil menjelaskan BPBL Batam dalam mendukung program kampung perikanan budidaya di Kepri ini, memberikan stimulan kepada kelompok pembudidaya ikan antara lain benih ikan bawal bintang sebanyak 95.500 ekor dan benih ikan kakap putih sebanyak 164.900 ekor. 

Selain itu, untuk memulai program kampung budidaya perikanan di Kepri ini, KKP melalui DJPB telah melakukan tebar benih ikan bawal bintang hasil dari pembenihan BPBL Batam sebanyak 35 ribu ekor, di kampung bawal bintang Desa Tembilang bersamaan dengan pencanangan kampung perikanan budidaya. 

“Komoditas ikan bawal bintang pasarnya besar, baik di lokal maupun ekspor. Oleh karena itu pengembangan usaha budidaya bawal bintang masih terbuka untuk dikembangkan dalam berbagai skala usaha,” tambah Emil.(fhm)