Pritt, KA Bogor-Sukabumi Sah Mulai Layani Pengguna Jasa

  • Oleh : Naomy

Minggu, 10/Apr/2022 16:02 WIB
Dirjen Perkeretaapian Zulfikri saat resmikan lintas Bogor-Sukabumi Dirjen Perkeretaapian Zulfikri saat resmikan lintas Bogor-Sukabumi

BOGOR (BeritaTrans.com) -   Pertama kali beroperasi jalur tunggal Bogor - Cicurug sekitar 141 tahun yang lalu, kini tampilan jalur KA melalui Bogor Paledang - Cicurug sampai Sukabumi hadir kembali dengan kereta new image, yang akan melayani jalur ganda Bogor Paledang - Cicurug. 

Hal ini disampaikan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dalam tinjauan peluncuran kembali operasional kereta api (KA) Pangrango, Ahad (10/4/2022). 

Baca Juga:
LRT Jakarta Fase 1B Bakal Terhubung Stasiun Sentral Maggarai Kuartal Ketiga 2026

Pernyataan tersebut sejalan dengan catatan historis bahwa jalur tunggal kereta api Bogor-Cicurug dibangun dan pertama kali diresmikan pada tahun 1881 selanjutnya Cicurug – Sukabumi - Cianjur – Bandung-Cicalengka selesai 1884. 

Pada saat masa kolonial Belanda, jalur ini merupakan bagian dari tulang punggung selatan Jawa yang terbentang hingga Yogyakarta. 

Baca Juga:
DJKA Tawarkan Pengembangan KA Perkotaan Bandung Hingga IKN pada Investor

Zulfikri menyebut bahwa meski keseluruhan pengerjaan jalur ganda Bogor-Sukabumi Tahap 1 ruas Bogor Paledang - Cicurug sudah rampung, namun pengoperasiannya akan dilakukan secara bertahap. 

"Per hari ini baru akan dioperasikan satu jalur (single track) terlebih dahulu, baru kemudian menyusul akan dioperasikan secara ganda (double track)," tuturnya. 

Baca Juga:
Program Motis 2024 Resmi Ditutup, DJKA Berhasil Angkut 12.733 Motor Pemudik

Dia menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada jajaran Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat atas pengerjaan jalur ganda Bogor-Sukabumi. 

“Terima kasih kepada tim di lapangan yang tidak lelah dan terus berupaya memberikan kontribusi terbaiknya dalam menyelesaikan pembangunan ini meski tantangan demi tantangan terus menghadang,” ungkapnya. 

Pengerjaan jalur ganda Bogor-Sukabumi dilakukan sebagai pelaksanaan dari amanah yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Double Track Jawa Selatan. Dalam pengerjaannya, proyek ini dibagi dalam enam tahap yang dimulai pada tahun 2018 dan direncanakan selesai seluruhnya pada tahun 2023. 

Dalam paparan yang disampaikan Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi, total panjang keseluruhan lintas yang dibangun dalam proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi adalah 57.650 m’sp. 

“Dalam proyek ini kami membangun 16 jembatan KA, 15 JPO, delapan overpass, satu underpass, satu jembatan integrasi, enam stasiun, sembilan perlintasan, empat fasilitas pendukung dan 11 fasilitas keselamatan,” beber Harno. 

Ketika sudah dioperasikan nanti, diproyeksikan jumlah penumpang yang akan terangkut melalui jalur ini akan melonjak dari 3.364 orang per hari menjadi 10.092 orang per hari. 

Sementara, angkutan barang yang dapat terangkut melalui jalur ini diproyeksikan akan berlipat ganda menjadi 3.456 ton per hari dari sebelumnya hanya 648 ton per hari. 

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Risal Wasal dalam sambutannya menyebut jumlah angka penumpang pada keberangkatan pertama KA Pangrango pagi ini dari Stasiun Paledang sebanyak 140 penumpang. 

“Oleh sebab itu, kami berharap pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi diharapkan dapat memberikan kesejahteraan masyarakat dengan adanya peningkatan kapasitas lintas” sebut Risal. 

Harapan Zulfikri tersebut sejalan dengan kondisi Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor yang menjadi tujuan pariwisata sekaligus menopang perekonomian melalui industri air mineral dan makanan kemasan. 

Dengan begitu, pembangunan ini diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan perekonomian kedua daerah. 

Saat ini, persiapan operasional jalur ganda segmen Bogor Paledang - Cicurug terus dilakukan dan sudah dalam tahap pengujian. 

Oleh sebab itu, Zulfikri berpesan agar rangkaian pengujian dapat dilakukan dengan baik dan cermat tanpa mengkompromikan aspek keselamatan. 

Dia juga mengingatkan dan mengajak Pemda setempat untuk bekerjasama memerhatikan keselamatan di perlintasan sebidang setelah lebih kurang delapan bulan jalur tersebut tidak digunakan. 

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pembangunan double track ini dapat berjalan lancar sehingga jalur ganda Bogor-Cicurug dapat segera dioperasikan secara penuh,” pungkasnya. (omy)