BPSDMP Kenalkan Taruna Kecakapan Digital

  • Oleh : Naomy

Kamis, 21/Apr/2022 09:51 WIB
Seminar BPSDMP Seminar BPSDMP

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) kenalkan taruna dan taruni kecakapan dalam menerapkan digitalisasi.

Untuknya, dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam penanganan dan pengelolaan insiden siber di sektor Transportasi Taruna/i Kementerian Perhubungan mengikuti Literasi Penanganan dan Pengelolaan Insiden Siber yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Kementerian Perhubungan secara hybrid di Hotel Aston Priority Simatupang dan virtual melalui zoom dan channel youtube BSSN, Rabu (20/4/2022). 

Baca Juga:
Yes, 68 Lulusan Diwisuda Perdana di Poltekbang Jayapura, Torang Bisa! Torang Basodara!

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Sandiman Muda dari Direktorat KSS TIKMT BSSN, Ninik Ratna Dewi Direktur CBQA Global IT Governance Expert, Anwar Siregar, dan Koordinator Kelompok Pengembangan Infrastruktur TIK Pustikom Kemenhub, Erick Yohannes B, S.T. 

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom) Kementerian Perhubungan, Capt. Avirianto mengungkapkan, forum ini akan membawa manfaat yang sangat positif bagi kesinambungan pelayanan dan peningkatan kinerja sektor transportasi.

Baca Juga:
BPSDMP Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Poltekpel Malahayati Aceh

“Sebagai sebuah entitas yang berdiri sendiri, esensi dari sektor transportasi adalah tentang konektivitas dan mobilitas. Bagaimana sarana, prasarana, serta SDM dapat diberdayakan untuk memindahkan muatan penumpang atau barang dari satu titik keberangkatan menuju titik tujuan dengan selamat," ungkapnya.

Namun, jika berbicara transportasi sebagai sebuah layanan, maka akan ada keterkaitan yang kompleks antara transportasi dengan sektor lainnya.

Baca Juga:
Buka Rakornis, Kepala BPSDMP Ingatkan Pentingnya Kampus Harus Inovatif

Misalnya, keterkaitan dengan sektor ekonomi dari penjualan tiket, atau pengenaan bea dan cukai atas komoditas yang masuk dalam suatu wilayah tertentu. 

"Bahkan dengan sektor pertahanan dan keamanan negara atas kemungkinan masuknya individu yang berpotensi melakukan tindak kejahatan seperti terorisme," ujar dia.

Capt. Avirianto menyampaikan bahwa mengingat posisi yang sangat krusial tersebut, sebuah keharusan data terkait pelayanan transportasi dapat dikolaborasikan dengan entitas lainnya secara real time berlandaskan infrastruktur internet. 

Lantaran sebagian data transportasi ini bersifat sensitif, maka perlu ada satu tingkat keamanan komprehensif yang perlu diterapkan untuk mencegah terjadinya kebocoran atau penyalahgunaan data.

“Dari sekian aspek yang menjadi berpotensi menimbulkan risiko keamanan informasi, SDM menjadi salah satu yang pengelolaannya cukup menantang. Berbeda dengan infrastruktur keamanan seperti firewall atau kriptografi yang bisa bekerja tanpa kompromi, komponen SDM ini masih rawan untuk berkompromi dengan hal-hal seperti kemudahan diri atau dengan iming-iming imbalan. Hal inilah yang menyebabkan kita masih membuat password yang mudah ditebak hanya karena lebih mudah diingat, atau menyerahkan data sensitif dengan sukarela saat dijanjikan akan mendapatkan hadiah tertentu," ujarnya.

Dia berpesan kepada para Taruna/i yang merupakan digital native, jangan sampai budaya sharing dan flexing yang seharusnya bisa memotivasi teman-teman, justru membuka celah keamanan informasi atau bahkan menyebabkan insiden siber yang tidak diinginkan.

Pada forum literasi ini Koordinator Kelompok Pengembangan Infrastruktur TIK Pustikom Kemenhub memaparkan saat ini Kemenhub tengah menyiapkan transportasi dalam menghadapi teknologi 4.0 yang ramah lingkungan.

Dia menyampaikan bagaimana bentuk digitalisasi sistem transportasi, mulai dari proses bisnis transportasi, interdependensi sistem di bidang transportasi, dan layanan Kemenhub. 

Selain itu juga tantangan digitalisasi layanan transportasi dan sekilas keamanan informasi.

Pada kesempatan ini juga Sandiman Muda pada Direktorat KSS TIKMT BSSN menyampaikan tentang penguatan kesadaran keamanan informasi, insiden-insiden siber di sektor transportasi dan bagaimana menghadapi ancaman cyber security.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur CBQA Global IT Governance Expert juga memaparkan tentang pentingnya privacy dan keamanan data pribadi, yang mana data pribadi merupakan data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya. 

Dia juga menjelaskan bagaimana cara mengelola data privacy, antara lain dengan identifikasi data, lakukan privacy impact assessment, identifikasi risiko privasi, tentukan kontrol mitigasi risiko privasi, tetapkan kebijakan data privasi, dan terapkan tata kelola manajemen pengamanan informasi berdasarkan ISO/IEC 27701. 

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Mayjen TNI (Mar) Markos menekankan pentingnya perlindungan dari ancaman siber terhadap pengelolaan keamanan siber di sektor transportasi.

"Ini merupakan hal yang wajib dan mutlak untuk dilakukan. Dikarenakan sektor transportasi termasuk dalam sektor strategis Infrastruktur Informasi Vital Nasional (IIVN) sesuai dengan amanat PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik. Gangguan/serangan siber terhadap sektor transportasi ini dapat menyebabkan terganggunya keamanan dan keselamatan penerbangan, maupun rusaknya reputasi dan citra negara di mata publik serta Internasional," bebernya.

Perlindungan dari ancaman siber ini setidaknya harus memerhatikan tiga elemen utama yaitu SDM, proses dan teknologi yang mendasari infrastrukturnya (teknologi). 

SDM inilah yang menyiapkan proses bisnis dan teknologi yang akan diimplementasikan serta melakukan perbaikan yang berkelanjutan. 

"Dengan begitu langkah awal yang perlu dilakukan diantaranya melalui peningkatan kesadaran dan kapabilitas SDM terkait dengan perkembangan keamanan siber”, jelasnya.

Dia berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada pemangku kepentingan sektor transportasi, khususnya bagi peserta didik, yaitu Taruna/i BPSDMP yang merupakan calon pemangku kepentingan sektor transportasi mengenai pentingnya implementasi keamanan siber dan kesadaran terhadap risiko siber.

Sekretaris BPSDMP, Dr. Capt. A. Arif Priadi mengapresiasi kegiatan kolaborasi dengan BSSN ini, karena akan sangat relevan dengan tantangan terbaru di dunia keamanan siber. 

Tantangan di mana pemahaman SDM akan memegang peranan penting dalam mengantisipasi pencegahan terjadinya insiden.

“Saya percaya kolaborasi dengan BSSN akan mampu menciptakan SDM transportasi yang baik dan memiliki nilai-nilai PRESTRASI (Profesional, Etika, Standar Global, Integritas) baik dalam hal keselamatan transportasi, maupun dalam menjaga keamanan informasi," ucapnya. (omy)