Pergerakan Lalu Lintas Mulai Jelang Lebaran di Jabar Meningkat, Menko PMK: Siapkan dengan Baik!

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 23/Apr/2022 21:07 WIB
Menhub, Menko PMK, dan Wagub Jabar menerangkan hasil Raor Angleb Menhub, Menko PMK, dan Wagub Jabar menerangkan hasil Raor Angleb


BANDUNG (BeritaTrans.com)  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi kesiapan Jawa Barat dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2022, Sabtu (23/4/2022).

Menko PMK menyampaikan Jawa Barat sudah siap menyelenggarakan mudik tahun 2022 ini, Menko PMK menyampaikan ada empat hal yang dikoordinasikan dalam penangangan mudik tahun 2022 ini yaitu tata kelola lalu lintas ditambah ketersediaan BBM secara baik; pelaksanaan vaksinasi terutama vaksin booster; ketersediaan bahan pokok; dan mengantisiasi kemungkinan-kemungkinan adanya peristiwa bencana serta edukasi terhadap pemudk agar memiliki perilaku yang membuat mudiknya aman dan sehat.

Baca Juga:
Hore, Alokasi Anggaran Subsidi Angkutan Perintis 2023 Naik

“Dari penjelasan Pak Kapolda Jabar dari Pak Wagub Jabar, semuanya menandakan bahwa Jawa barat sudah siap untuk menyukseskan pelaksanaan mudik tahun ini,” ucap Menko PMK.

Menko PMK berharap, mudik tahun ini membawa kegembiraan bagi masyarakat dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. 

Baca Juga:
Persiapan Lebaran 2023, Jasa Raharja, Kemenhub dan Korlantas Polri Survei Jalur Pantai Selatan

“Siapkanlah perjalanan mudik dengan sebaik-baiknya, termasuk berperilaku baik dan bertanggung jawab. Jangan datang membawa Covid-19 atau pulang membawa Covid-19. Segera lakukan vaksin booster,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menhub mengatakan, Jawa Barat menjadi daerah tujuan terbesar pemudik yang ketiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Baca Juga:
Ditjen Perkeretaapian, BPTJ, dan Baketrans Raih Penghargaan Penerapan SAKIP Terbaik

Diprediksi, sekitar 14,7 juta orang atau 17 persen dari total pemudik pada tahun ini yang diperkirakan sebesar 85,5 juta orang. 

“Oleh karenanya, kami sudah melakukan antisipasi dengan melakukan simulasi rekayasa lalu lintas jauh-jauh hari yang sudah disepakati dengan Korlantas, BPJT, dan unsur terkait lainnya,” jelasnya.

Menhub tidak bosan-bosan mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan di hari puncak mudik (28 s.d 30 April 2022). 

“Dari hasil simulasi tadi sudah menunjukkan angka VC Ratio (atau perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas jalan) sudah tinggi atau mendekati macet. Maka, imbauan untuk melakukan mudik hari ini, besok, dan lusa (23 s.d 27 April 2022), harapannya bisa dilakukan,” kata Menhub.

Adapun sejumlah titik di Jawa Barat yang harus diwaspadai antara lain seperti di Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon. 

Selain itu, kawasan Puncak, Bogor juga menjadi titik yang krusial untuk ditangani. 

“Saya minta kepada Kapolres Bogor dan Pemerintah Daerah menginformasikan seluas-luasnya mengenai penerapan rekayasa lalu lintas kepada masyarakat. Jika kita bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan baik, Insha Allah kita bisa laksanakan ini dengan baik,” tutur Menhub.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menambahkan, mendukung imbauan pemerintah pusat agar masyarakat bisa mudik lebih awal agar persebaran pergerakan lalu lintas bisa merata dan tidak menumpuk di hari puncak.

Beberapa upaya yang telah dilakukan di antaranya: bertemu dengan beberapa pengusaha pabrik untuk segera memberikan THR lebih awal agar karyawan dapat pulang mudik lebih awal. 

Dia juga telah mengimbau para pengelola pondok pesantren untuk meliburkan para santrinya, di mana di Jawa Barat terdapat sekitar 15.000 pondok pesantren dan 4,8 juta santri. 

Sementara itu, untuk melancarkan pergerakan lalu lintas, pihaknya juga telah memperbaiki jalan-jalan yang rusak.

Turut hadir pada Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah dalam Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2022 Kakorlantas Polri Irjen Pol. Firman Santyabudi, Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Suntana, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. (omy)