Benarkah Manusia Semakin Tergantung pada Internet?

  • Oleh : Naomy

Senin, 25/Apr/2022 09:11 WIB
Diskusi Kominfo Diskusi Kominfo


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Manusia makib ketergantungan kepada internet? Perkembangan teknologi ke arah serba digital semakin pesat dan kehadiran teknologi telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan umat manusia. 

"Manusia menjadi semakin tergantung pada teknologi karena teknologi menjadi salah satu alat yang mampu membantu sebagian besar kehidupan manusia, salah satunya dalam berinteraksi," ujar Praktisi Media Kesit B. Handoyo dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator, dirilis Senin (25/4/2022).

Baca Juga:
Diskominfostandi Implementasikan 6 Dimensi Smart City 2022 di Kota Bekasi

Webinar dengan tema "Tetap Sehat dan Cerdas di Dunia Maya" itu juga menghadirkan Anggota Komisi I DPR Dede Indra Permana selaku keynote speaker serta narasumber Praktisi Komunikasi dan Bisnis Teguh Yuwono dan Dirjen Aptika Kemkominfo Semual B. Pangerapan.

"Adanya perkembangan media teknologi membuat masyarakat makin mudah terhubung untuk saling berinteraksi;  berkomunikasi, berperilaku, bekerja, bertransaksi, dan berpikir sebagai masyarakat digital," ungkapnya.  

Baca Juga:
Kunjungan Komisi III DPRD Kabupaten Bangka ke Diskominfostandi Bahas Pendirian Tower di Bekasi

Komentator sepakbola itu menambahkan, masih banyak orang yang belum sadar mengenai risiko berbahaya yang bisa hadir dengan meninggalkan informasi sensitif tersebut.

Padahal jejak yang ditinggalkan di dunia maya merupakan informasi yang dapat menggambarkan kepribadian seseorang.

Baca Juga:
Diskominfostandi Ikuti Implementasi SRIKANDI Tingkat Kota Bekasi

"Bila tidak segera dikelola, dikhawatirkan banyak orang tidak bertanggung jawab akan menyalahgunakannya," ujarnya.

Indra Permana mengatakan, masyarakat jangan sampai terlena dengan kemajuan digital yang sudah dirasakan saat ini dengan cara memanfaatkan dunia digital untuk hal-hal yang produktif.  

"Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita bohong, apalagi undian berhadiah yang belum tentu benar," katanya.

Sementara itu, praktisi komunikasi dan bisnis Teguh Yowono menyebutkan, untuk bisa tetap sehat dan cerdas di dunia maya, maka diperlukan kemampuan memastikan informasi yang disampaikan benar-benar bersih dari hal negatif seperti berita hoax.

Karena banyak konten-konten yang hanya diwacanakan saja, tetapi tidak ada manfaatnya. 

"Ada tiga kata kunci sehat di dunia aya. Jangan terkontimasi oleh sesuatu yang sifatnya tidak benar, tidak terkontaminasi oleh sesuatu yang tidak bermanfaat serta tidak terkontaminasi oleh sesuatu yang tidak  baik," ulasnya. 

Dia juga menyinggung mengenai cerdas di dunia maya yang menurutnya tidak hanya bertumpu pada pengetahuan yang diperoleh dari internet, tetapi itu tidak cukup. 

Esensi cerdas di dunia maya itu adalah kemampuan untuk mengumpulkan informasi dan memanfaatkanya. (omy)