BPSDMP Beri Wawasan Industri Maritim Melalui Kuliah Praktisi

  • Oleh : Naomy

Selasa, 31/Mei/2022 11:08 WIB
Kuliah praktisi industri maritim Kuliah praktisi industri maritim

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang industri maritim dari negara maju serta perusahaan pelayaran internasional, Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar Kuliah Praktisi Industri secara hybrid, di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan kanal youtube BPSDMP151 pada Senin (30/5/2022).

Kuliah praktisi industri yang bertema “Challenge and Opportunity on Sea Transportation Industry” ini menghadirkan Ambassador of Royal Danish to Indonesia, H.E Mr Lars Bo Larsen dan Direktur Maersk Indonesia, Ery Hardianto sebagai pembicara.

Baca Juga:
Lulusan BP3IP Jakarta Siap Berkontribusi Wujudkan Pelayaran Ramah Lingkungan

Kepala BPSDMP Djoko Sasono, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah menekankan visi Pemerintah tentang pentingnya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. 

Hal ini merupakan kebijakan yang strategis, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dengan luas laut sama dengan dua pertiga dari luas wilayah negara. 

Baca Juga:
Peringati International Day Of The Seafarer tahun 2022, BPSDM Perhubungan Ajak Taruna Berlayar, Belajar dan Menebar Manfaat

“Indonesia berperan strategis karena terletak di salah satu jalur pelayaran internasional terpenting yang menghubungkan negara-negara Asia dengan wilayah utama di seluruh dunia. Indonesia juga bersama-sama dengan Littoral States menjaga keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Singapura," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk mewujudkan visi maritim Indonesia, kompetensi dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang maritim sangat penting. 

Baca Juga:
Gerakan Serentak Bersihkan Lingkungan dan Tanam Pohon untuk Indonesia

“Sumber daya manusia yang kompeten dan mumpuni tidak akan terwujud tanpa adanya lembaga pendidikan dan pelatihan yang unggul. Oleh karena itu, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan bidang Pelayaran berperan penting untuk menyediakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global yang memenuhi standar nasional dan internasional serta untuk memenuhi kebutuhan industri,"  jelasnya.

Djoko berharap para mahasiswa Magister Terapan STIP Jakarta, mahasiswa Double Degree ITS dan Rotterdam University serta para taruna dapat menggali pengetahuan lebih dalam lagi tentang industri maritim dari negara maju, seperti Denmark dan lainnya serta perusahaan pelayaran internasional, dengan terlibat dan berkontribusi dalam diskusi hari ini.

Dalam kuliah praktisi industri, Ambassador Lars Bo Larson memaparkan dukungan shipping terhadap perdagangan dunia dan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga mengatakan bahwa Denmark sebagai Maritime Nation telah menetapkan target terkait green transition untuk memerangi perubahan iklim salah satunya shipping yang netral karbon atau zero emission pada tahun 2050.

Dia menguraikan, bagaimana Indonesia dapat berperan pada transisi energi global dalam presidensi G20 Indonesia 2022, antara lain mendorong mekanisme global, decarbonisation shipping, green maritime hub, penyediaan bahan bakar masa depan dan pelestarian alam termasuk perlindungan mangrove dan vulnerable area.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Maersk Indonesia, Ery Hardianto menyampaikan mengenai peran integrator logistik dalam mendorong rantai pasokan global yang berkelanjutan.

Dia menekankan bahwa saat ini kita harus melakukan akselerasi untuk memerangi perubahan iklim dalam 10 tahun serta berkomitmen menjadi zero emisi pada tahun 2040.

“Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Maersk telah meluncurkan peta jalan menuju nol emisi pada tahun 2040 yaitu menerapkan 100% solusi ramah lingkungan ke seluruh bisnis dan konsumen di tahun 2040," imbuhnya. 

Dia juga menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan oleh Maersk Indonesia, antara lain decarbonizing ocean transport, port terminal dan inland logistics.

Ketua STIP Jakarta, Capt. Sudiono; M.Mar menyampaikan diselenggarakannya kuliah praktisi industri ini sebagai strategi BPSDM Perhubungan untuk memberikan wawasan internasional kepada para mahasiswa S2 Terapan dan Program Beasiswa Double Degree Kementerian Perhubungan serta para taruna mengenai kondisi industri maritim dan shipping di negara maju, sehingga nantinya dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi pelayaran di Indonesia.

Selain pemaparan dari para pembicara, di tengah kuliah praktisi industri ini juga dibuka sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini para mahasiswa S2 Terapan dan Double Degree menyampaikan pertanyaan-pertanyaan dengan antusias mengenai bagaimana budaya kerja perusahaan logistik dalam beradaptasi dengan norma baru, serta bagaimana penerapan dan pengembangan sistem green port di Denmark dan pengaruhnya terhadap industri shipping. (omy)