BPTJ: Pembangunan Jembatan Layang Penghubung Stasiun dan Terminal Bojong Gede Dimulai

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 03/Jun/2022 12:35 WIB
Suasana di Stasun Bojong Gede Suasana di Stasun Bojong Gede


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pembangunan Jembatan Layang Penghubung (skybridge) antara Stasiun kereta rel listrik (KRL) dan Terminal tipe C Bojong Gede, Bogor dimulai.

Penandatanganan kontrak kerja pembangunannya telah dilakukan pada 19 April 2022.  

Baca Juga:
Menengok Pembangunan Jembatan Penghubung Terminal dan Stasiun Bojong Gede

Hingga saat ini pekerjaan pondasi telah berjalan dengan progress sekitar 7 % hingga akhir Mei 2022. 

Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Jumardi menyatakan, diharapkan pada Oktober tahun ini pekerjaan telah rampung secara keseluruhan. 

Baca Juga:
BPTJ: Hasil Penelitian Stanford University Sebut Orang Indonesia Paling Malas Jalan Kaki

“Dengan kerja sama yang sudah berjalan baik selama ini, baik dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga  dukungan masyarakat setempat, saya berharap semua proses pekerjaan da[at berjalan dengan lancar,” kata Jumardi, Jumat (3/6/2022) 

Dia mengatakan, dapat segera dimulainya pekerjaan fisik Skybridge Bojong Gede tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah menyelesaikan pembebasan lahan.

Baca Juga:
BPTJ Sebut Penerapan TOD Belum Sepenuhnya Berorientasi Transportasi Massal

Skybridge Bojonggede sendiri sepenuhnya dibiayai oleh APBN senilai Rp16,5 miliar melalui anggaran BPTJ Tahun 2022. 

Sementara Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan. 

Keberadaan Jembatan Layang tersebut nantinya diharapkan akan dapat mengurangi kesemrawutan kondisi lalu lintas di sekitar Stasiun Bojong Gede seperti yang terjadi saat ini. 

"Jembatan layang tersebut akan membentang sepanjang 243 meter dengan lebar tiga meter menghubungkan Stasiun Bojonggede dan Terminal Angkutan Tipe C Bojong Gede," kata dia.

Pada masing-masing ujungnya baik dari sisi stasiun dan terminal akan dilengkapi dengan area semacam hall. 

Di sisi stasiun hall akan dilengkapi dengan fasilitas eskalator, ramp untuk penyandang disabilitas, toilet, musholla, tapping gate dan ruangan loket. 

Sementara itu hall pada sisi terminal akan dilengkapi dengan ramp untuk penyandang disabilitas, toilet dan musholla.

"Upaya untuk mencari solusi permasalahan kemacetan dan kesemrawutan di sekitar Stasiun Bojong Gede sudah  sejak lama menjadi perhatian bersama baik oleh Pemerintan Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bogor," tambahnya. 

Perhatian tersebut mulai mengerucut pada November tahun lalu dengan dilakukannya MOu antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

MoU menyepakati Pemerintah Pusat melalui BPTJ akan memberikan dukungan pembangunan jembatan layang penghubung Stasiun KRL Bojonggede dengan Terminal Angkutan Tipe C Bojong Gede dengan pembiayaan APBN. (omy)