Persiapan Pengoperasian KA di Sulawesi Selatan, KAI Tandatangani MoU dengan Unhas

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 04/Jun/2022 16:18 WIB
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo memberikan cenderamata usai penandatanganan Nota Kesepahaman  atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Hasanuddin di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (3/6). Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo memberikan cenderamata usai penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Hasanuddin di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (3/6).

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Hasanuddin tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan serta Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia. Penandatanganan MoU ini dimaksudkan sebagai komitmen dan landasan untuk melaksanakan kerja sama ke depannya. 

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dan Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, Msc di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (3/6). 

Baca Juga:
Ini Respons KAI Soal KA Argo Parahyangan Bakal Ditutup Usai Kereta Cepat Beroperasi

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, langkah kolaborasi KAI dengan Unhas ini sangat penting. Hal ini dikarenakan Unhas merupakan stakeholder perkeretaapian di bidang akademika yang dibutuhkan KAI untuk bersama-sama membangun ekosistem baru serta perubahan budaya masyarakat dalam bertransportasi. 

Dahulu, transportasi KA di Sulawesi Selatan sudah ada pada tahun 1923. Jalur sepanjang 47 km rute Pasarbutung - Takalar dioperasikan oleh Staatstramwegen op Celebes (STC) yang merupakan operator KA Hindia Belanda. Namun jalur tersebut diberhentikan operasionalnya pada 1930 karena adanya krisis ekonomi yang melanda dunia. 

Baca Juga:
LRT Jabodebek Segera Meluncur, KAI Siapkan SDM Pilihan

Tahun ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berencana mengoperasikan KA Makassar - Parepare tahap I yang menghubungkan Marros - Barru sepanjang 71 km. Proyek Jalur KA Makassar - Parepare tersebut merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN). 

“Sehubungan dengan rencana pengoperasian KA tersebut, KAI segera bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin untuk melakukan kajian atau studi dan seluruh evaluasi yang diperlukan untuk memastikan kereta api ini dapat beroperasi secara sustainable di Makassar baik dari segi angkutan penumpang maupun barang,” kata Didiek. 

Baca Juga:
12 Rangkaian Kereta Api Cepat JKT-BDG Ditargetkan Tiba pada Maret 2023

Didiek berharap studi atau kajian yang akan dilakukan ini dapat segera tereksekusi dan tim bersama dapat fokus melaksanakan langkah-langkah strategis yang diperlukan dalam rangka persiapan pengoperasian kereta api di Sulawesi Selatan. 

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, Msc menuturkan bahwa kerja sama yang akan dilakukan antara Unhas dan KAI merupakan bentuk perhatian dan dukungan yang serius terhadap perkembangan proyek pembangunan kereta api di Sulawesi Selatan. 

“Ini adalah kesempatan dan awal yang baik bagi Unhas, untuk itu kami siap berkontribusi dan berkolaborasi seoptimal mungkin. Banyak hal yang harus kita persiapkan bersama guna mewujudkan impian masyarakat Sulawesi Selatan untuk menikmati fasilitas kereta api sebagai alternatif moda transportasi yang aman dan nyaman," kata Prof Jamaluddin.(fhm)