Ditjen Hubud Siapkan Sejumlah Langkah Hadapi Audit ICAO USOAP

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 18/Jun/2022 07:57 WIB
Workshop Ditjen Perhubungan Udara Workshop Ditjen Perhubungan Udara

 

BOGOR (BeritaTrans.com) –  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama Kantor Kepentingan Indonesia Pada (KKIP) ICAO di Montreal, Kanada menyelenggarakan "Workshop of Maintaining Safety Performance with Implementation of New USOAP PQ 2020 Edition in Prepartion for ICAO USOAP Audit" di Bogor 14-16 Juni 2022.

Baca Juga:
Hai Traveler Rute Internasional, Cek Syarat Perjalanan Udara Terbaru

Protocol Questions (PQs) adalah alat utama yang digunakan Intenational Civil Aviaton Organization  Universal Safety Oversight Audit Programme (ICAO USOAP) untuk menilai implementasi yang efektif dari delapan elemen utama sistem pengawasan keselamatan penerbangan sipil di suatu negara.

“Untuk itu, seluruh perwakilan area audit ICAO USOAP agar mampu meningkatkan pemahaman terhadap penerapan USOAP PQ Edisi 2020 ini,” kata Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono.

Baca Juga:
Keselamatan Penerbangan di Papua Terus jadi Perhatian Kemenhub

Adapun area audit ICAO USOAP tergabung dalam Tim ICAO USOAP, mulai dari Kantor Pusat Ditjen Hubud, Balai Kesehatan Penerbangan, KNKT, BMKG dan Basarnas. Sementara itu Otoritas Bandar Udara, Badan Pengembangan SDM Perhubungan Udara dan Badan Kebijakan Transportasi (Bakertrans) juga perlu memahami tujuan dari workshop ini. 

Otoritas Bandar Udara sebagai objek verifikasi saat industry visit ICAO pada audit USOAP, perlu untuk terlibat dalam diskusi terkait audit ICAO USOAP, guna harmonisasi baik dari tatanan regulasi maupun tahapan implementasi.

Baca Juga:
Naik Pesawat Udara Kini Tak Pakai Tes PCR dan Antigen

Selain dengan Otoritas Bandar Udara, keterlibatan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (BPSDMPU) dan Bakertrans dalam workshop ini merupakan langkah kolaborasi awal yang baik.

"Karena performa keselamatan penerbangan sipil Indonesia sangat berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan kebijakan transportasi udara," jelas Nur Isnin.

Dia juga mengimbau agar seluruh perwakilan area audit dapat memanfaatkan kesempatan yang disediakan untuk bertanya langsung kepada narasumber.

“Gunakan kesempatan ini untuk secara langsung bertanya kepada ICAO atas kendala yang kita hadapi dalam menindaklanjut audit terdahulu, dan hal-hal yang harus dipersiapkan untuk audit mendatang," ujarnya.

Per 1 Juni 2022, ICAO mulai menerapkan PQs edisi terbaru 2020, guna menyesuaikan perkembangan penerbangan sipil dunia dan regulasi penerbangan sipil saat ini. 

Pembaharuan PQ ini menjadikan Indonesia, perlu untuk melihat kembali tindakan korektif, yang telah diajukan sebelumnya kepada ICAO, untuk melihat relevansinya dengan PQ yang baru.

Sementara itu, narasumber ICAO, Thomas Mistos selaku Chief of the Oversight Unit/Monitoring and Oversight in the Air Navigation Bureau of ICAO, menyampaikan banyak hal yang harus diketahui dalam persiapan sebelum audit.

“Indonesia perlu mengetahui bagaimana cara mempertahankan dan meningkatkan performa keselamatan penerbangan sipil Indonesia," ungkapnya. 

Perlu diketahui, bahwa elemen utama keselamatan penerbangan sipil yang dikenal Safety Critical Elements, adalah dimulai dari tatanan legislasi; regulasi teknis; sistem yang digunakan; kondisi personil penerbangan sipil; fasilitas, prosedur dan materi panduan teknis; lisensi, sertifikasi; otorisasi yang ada di sebuah negara; proses pengawasan sebuah negara; serta bagaimana sebuah negara mengambil tindakan yang tepat atau menyelesaikan terhadap permasalahan keselamatan penerbangan. 

"Ini merupakan upaya persiapan yang dilakukan Indonesia sebelum ICAO melakukan audit ICAO USOAP, sehingga Indonesia dapat mempersiapkan diri menghadapi audit ke depannya dengan baik,” kata Thomas Mistos. (omy)