Anies Resmikan Mpok Nori, Bokir hingga Pitung Jadi Nama Jalan di DKI

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 21/Jun/2022 07:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menetapkan sejumlah nama tokoh-tokoh Betawi menjadi nama jalan di Jakarta. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menetapkan sejumlah nama tokoh-tokoh Betawi menjadi nama jalan di Jakarta. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino

Jakarta (Beritatrans.com) -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menetapkan sejumlah nama tokoh-tokoh Betawi menjadi nama jalan. Menurut Anies, nama-nama tokoh Betawi menjadi nama jalan ini merupakan bentuk penghormatan atas sumbangsih mereka semasa hidup.

Anies mengatakan para tokoh ini memiliki perannya masing-masing dalam kehidupan Betawi bahkan bangsa Indonesia.

Baca Juga:
Nama Mpok Nori hingga Haji Bokir Diabadikan sebagai Nama Jalan di Jakarta Timur

"Mereka adalah pribadi-pribadi yang kita kenang, karena mereka telah memberikan manfaat bagi sesama. Mereka ini adalah pribadi-pribadi yang kita kenang, kita ingat karena hidupnya dihibahkan untuk kemajuan," ungkap Anies di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Senin (20/6).

Nama tokoh Betawi yang dijadikan nama jalan di antaranya Jalan Mpok Nori yang sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus dan Jalan H Bokir Bin Dji'un yang sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede.

Baca Juga:
Anies Baswedan Peduli Rakyat

Selain itu, Anies memberikan nama MH Thamrin menjadi salah satu nama perkampungan Budaya Betawi di kawasan Setu Babakan. Selain MH Thamrin, Anies juga menyertakan nama tokoh lain seperti Abdurahmah Saleh, Ismail Marzuki, dan KH Noer Ali sebagai nama perkampungan di kawasan Setu Babakan.

Anies juga menyematkan nama jawa Betawi, Si Pitung sebagai salah satu nama jalan, menggantikan nama Jalan Raya Kebayoran Lama.

Baca Juga:
Anies Resmikan JPO Kapal Pinisi di Sudirman, Ada Simbol Penghormatan untuk Nakes yang Gugur

Ia berharap penamaan tokoh-tokoh Betawi menjadi nama jalan ini akan mengingatkan generasi mendatang bahwa banyak tokoh dari tanah Betawi yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Harapannya nanti menjadi pengingat kepada kita semua bahwa di sini, di kota ini telah tumbuh pribadi yang disebut sebagai dengan nama jalan," ujarnya.

"Seperti yang tadi disampaikan membuat generasi baru menyadari bahwa hadirnya para tokoh ini, tokoh Betawi itu bukan sekarang saja, ini sudah perjalanan lintas waktu yang cukup panjang mereka hadir di tempat ini ," kata Anies menambahkan.

Berikut Daftar Nama Jalan, Kampung, dan Gedung yang Diubah jadi Nama Tokoh Betawi

Nama Jalan

1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
4. Jalan H. Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
7. Jalan H. Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).
13. Jalan H. Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).
15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).
16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).
19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).
20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).
21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
23. Jalan Bang Pitung (sebelumnya Jalan Raya Kebayoran Lama)

Nama Kampung

1. Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A)
2. Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)
3. Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)
4. Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)
5. Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio)


Nama Gedung

1. Gedung Kisam Dji'un (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Timur).
2. Gedung H. Sa'aba Amsir (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Selatan).

(ny/Sumber: CNNIndonesia)