Menteri Trenggono Akan Paparkan Strategi Ekonomi Biru Indonesia di UNOC 2022

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 26/Jun/2022 15:29 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.(foto:istimewa) Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.(foto:istimewa)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Kelautan dan Perkanan Sakti Wahyu Trenggono akan memaparkan capaian dan strategi pemerintah Indonesia dalam mengelola laut secara berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi biru, pada konferensi kelautan dunia The 2nd UN Oceans Conference (UNOC). 

Acara yang digagas oleh PBB tersebut akan berlangsung di Lisbon, Portugal pada 27 Juni sampai 1 Juli 2022. 

Baca Juga:
Resmikan Cold Storage 300 Ton, Menteri Trenggono Targetkan Indramayu Jadi Sentra Perikanan

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto mengatakan, Menteri Trenggono akan menjadi salah satu pembicara di ajang internasional itu mewakili pemerintah Indonesia. 

"Di ajang itu Pak Menteri akan memaparkan program-progam yang telah dan akan dilakukan untuk mendukung laut tetap sehat sesuai prinsip ekonomi biru, seperti penangkapan ikan terukur, Bulan Cinta Laut, maritime surveillance, program konservasi yang kaitannya dengan karbon biru, hingga program budidaya berkelanjutan," ujar Doni dalam siaran resmi KKP, Ahad (26/6/2022). 

Baca Juga:
Mobil ATI Gemarikan KKP Siap Jangkau Wilayah Terpencil Rawan Stunting

PBB kembali menggelar UN Oceans Conference setelah lima tahun sebelumnya berlangsung di New York, Amerika Serikat. 

Kali ini tema besarnya “Scaling up Ocean Action Based on Science and Innovation for the Implementation of Goal 14: Stocktaking, Partnerships and Solutions”. 

Baca Juga:
Lindungi Sumber Laut dan Ikan RI, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Melalui tema tersebut, peserta konferensi didorong untuk menghasilkan solusi inovatif berbasis sains yang sangat dibutuhkan dunia dengan tujuan untuk memulai babak baru aksi secara global. 

Solusi yang dimaksud mencakup tata kelola laut secara berkelanjutan melibatkan teknologi ramah lingkungan dan penggunaan sumber daya laut secara inovatif. 

Kemudian solusi atas ancaman kesehatan, ekologi, dan ekonomi dari tingginya tingkat pengasaman, sampah dan polusi laut, aktivitas penangkapan ikan ilegal, tidak terlaporkan dan menyalahi aturan (IUUF), serta hilangnya habitat dan keanekaragaman hayati. 

"Tema yang diusung ini tentunya sesuai sekali dengan gebrakan-gebrakan yang dilakukan Pak Trenggono di KKP. Contohnya kita akan memperkuat infrastruktur pengawasan melalui teknologi satelit untuk mengawasi aktivitas penangkapan ikan di Indonesia. Kemudian untuk mengatasi permasalah sampah laut, sudah ada program bulan cinta laut yang  melibatkan masyarakat nelayan," terangnya. 

Doni menambahkan, Menteri Trenggono juga akan menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam memenuhi komitmen pada UN Ocean Conference tahun 2017. Komitmen ini terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di industri perikanan, pemberantasan IUUF, serta target perluasan kawasan konservasi. 

"Pak menteri ingin memanfaatkan ajang ini untuk membuka mata dunia bahwa Indonesia berkomitmen penuh dalam mengelola laut secara berkelanjutan. Beliau sangat yakin laut sehat tidak hanya untuk ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi saja, tapi menjaga kemaslahatan makhluk hidup di bumi," pungkasnya.(fhm)