Dihantam Badai Akibatkan Kapal Terbelah di Laut China Selatan, 12 Jasad Ditemukan

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 05/Jul/2022 06:58 WIB
Penampakan kapal yang patah menjadi dua usai dihantam badai di perairan Laut China Selatan, dekat Hong Kong (dok. Hong Kong Government Flying Service via AP) Penampakan kapal yang patah menjadi dua usai dihantam badai di perairan Laut China Selatan, dekat Hong Kong (dok. Hong Kong Government Flying Service via AP)

BEIJING (BeritaTrans.com) - Sedikitnya 12 jasad korban ditemukan setelah sebuah kapal patah menjadi dua usai dihantam badai di perairan Laut China Selatan, dekat Hong Kong, pada akhir pekan. Sebelumnya puluhan awak kapal dilaporkan hilang dalam insiden itu. 

Seperti dilansir AFP, Senin (4/7/2022), temuan jasad korban diumumkan beberapa hari setelah sebuah kapal jenis engineering vessel yang membawa 30 awak mengalami kerusakan parah dan patah menjadi dua saat dihantam badai kuat di perairan berjarak 160 mil laut atau 296 kilometer sebelah barat daya Hong Kong. 

Baca Juga:
Kisah Tragis Nuestra Senora De Las Maravillas, Kapal Berisi Harta Karun Emas Permata yang Karam 366 Tahun Silam

"Hingga 4 Juli pukul 15.30 waktu setempat, pasukan penyelamat menemukan dan mengevakuasi 12 mayat, yang diduga korban yang tenggelam, di area yang berjarak sekitar 50 mil laut (92 kilometer) sebelah barat daya dari lokasi di mana kapal itu tenggelam," demikian pernyataan Pusat Pencarian dan Penyelamatan Maritim Guangdong di China, pada Senin (4/7) waktu setempat. 

"Departemen terkait sedang meningkatkan upaya konfirmasi identitas," imbuh pernyataan tersebut. 

Baca Juga:
Mampu Berkecepatan 12,6 Knot, Kapal KN. P.338 Kembali Beroperasi Usai Docking Besar

Topan Chaba melewati daratan Hong Kong, namun membawa hujan deras dan angin kencang yang memicu pembatasan transportasi umum dan memaksa penutupan banyak pusat bisnis setempat. 

Tim penyelamat Hong Kong mendapat laporan soal insiden itu pada Sabtu (2/7) pagi sekitar pukul 07.25 waktu setempat. Mereka menemukan keberadaan kapal itu di dekat pusat topan Chaba, di mana kondisi cuacanya sangat buruk sehingga membuat operasi penyelamatan 'lebih sulit dan berbahaya'.(fh/sumber:afp)

Baca Juga:
Semester I Tahun 2022, Penumpang Kapal Pelni Naik 155 Persen