Inilah 10 Penerbangan Terpanjang di Dunia, Pegel Banget Gak Sih?

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 30/Jul/2022 10:07 WIB
Foto:Ilustrasi Foto:Ilustrasi

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Lebih dari dua jam duduk di kendaraan kadang terasa menjemukan. Namun, ternyata ada lho penerbangan non-stop dengan rute yang sangat panjang hingga memakan waktu lebih dari 15 jam.

Berjalan-jalan ke ujung dunia mungkin terdengar sebagai sebuah kiasan. Namun bagi penumpang dari sejumlah penerbangan, ini adalah sebuah kenyataan.

Baca Juga:
INACA Pastikan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tak Pengaruhi Biaya Angkutan Logistik

Dilansir dari AeroTime Extra, penerbangan komersial terjadwal yang paling panjang pertama kali tercatat pada tahun 1914. Penerbangan ini menempuh jarak sejauh 34 km dari Florida ke St. Petersburg dan Tampa.

Selain sang pilot, penerbangan ini hanya membawa satu penumpang. Durasi penerbangan komersil terpanjang pertama ini berlangsung selama 20 menit.

Baca Juga:
Garuda Indonesia Ikuti Imbauan Kemenhub Tentang Ketentuan Harga Tiket Pesawat

Kini teknologi semakin berkembang, kebutuhan mobilitas masyarakat dunia juga semakin meningkat. Rute penerbangan terus bertambah. Penerbangan dari ujung yang satu ke ujung lainnya sudah tak lagi asing.

Bagi banyak orang, berada di udara selama belasan jam bisa jadi sebuah mimpi buruk. Namun bagi sebagian orang, penerbangan panjang merupakan sebuah petualangan.

Baca Juga:
Lion Air Grup Diduga Langgar Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Berikut adalah 10 penerbangan non-stop terpanjang:

1. Singapore - New York (Singapore Airlines)

Penerbangan ini berada di peringkat pertama dengan waktu tempuh selama 18 jam 50 menit. Penerbangan ini menempuh jarak sejauh 9.537 mil atau sekitar 15.348 km.

2. Singapore - Newark (Singapore Airlines)

Penerbangan terpanjang kedua masih dipegang oleh Singapore Airlines dengan jarak 9.523 mil atau sekitar 15.325 km. Penerbangan ini berlangsung selama 18 jam 45 menit dengan melewati 10 zona waktu.

3. Perth - London (Qantas Airways)

Penerbangan terpanjang ketiga berlangsung selama 17 jam 15 menit. Penerbangan ini menempuh jarak sejauh 9.010 mil atau 14.500 km.

4. Melbourne - Dallas (Qantas Airways)

Penerbangan terpanjang keempat masih berasal dari Qantas Airways. Penerbangan ini berlangsung selama 17 jam 35 menit. Rute ini direncanakan mulai terbang pada 2 Desember 2022.

Dari segi waktu, penerbangan ini lebih lama. Namun dari segi jarak, penerbangan ini lebih pendek dibanding penerbangan ketiga yaitu sejauh 8.992 mil atau 14.471 km.

5. Auckland - New York (Air New Zealand)

Penerbangan kelima memakan waktu 17 jam 50 menit. Jarak yang ditempuh adalah sejauh 8.828 mil atau 14.207 km.

Sama seperti penerbangan keempat, rute ini baru akan diluncurkan. Rute ini akan mulai terbang pada 17 September 2022.

6. Dubai - Auckland (Emirates)

Rute terpanjang keenam menempuh jarak sejauh 8.824 mil atau 14.200 km. Rute ini memakan waktu selama 17 jam 10 menit. Penerbangan dari Emirates ini akan kembali mengudara pada 2 Desember 2022.

7. Singapore - Los Angeles (Singapore Airlines)

Penerbangan terpanjang berikutnya kembali diisi oleh Singapore Airlines. Rute ini memakan waktu selama 17 jam 50 menit dengan jarak sejauh 8.770 mil atau 14.113 km.

8. Bangalore - San Francisco (Air India)

Rute berikutnya berasal dari India. Penerbangan ini berlangsung selama 17 jam 40 menit dengan menempuh jarak sejauh 8.701 mil atau 14.002 km.

9. Darwin - London (Qantas Airways)

Qantas kembali masuk ke dalam daftar rute terpanjang. Rute ini berlangsung selama 17 jam 55 menit dengan jarak sejauh 8.620 mil atau 13.872 km.

10. Houston - Sydney (United Airlines)

Penerbangan terpanjang terakhir berasal dari United Airlines. Rute ini menempuh jarak sejauh 8.569 mil atau 13.790 km dengan waktu selama 17 jam 35 menit.

Itulah 10 rute penerbangan non-stop terpanjang seperti yang dikutip dari AeroTime Extra. Daftar ini diurutkan berdasarkan jarak tempuh rute tersebut, bukan dari lama waktu perjalanan.

Rute yang lebih singkat dapat membutuhkan waktu yang lebih lama karena banyak faktor yang berperan. Seperti pengaruh angin, cuaca, hingga kemampuan pesawat. (Fh/sumber:detik)