Garuda Intensifkan Langkah Restrukturisasi Kinerja

  • Oleh : Naomy

Selasa, 02/Agu/2022 17:37 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (IG GA) Pesawat Garuda Indonesia (IG GA)


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Garuda Indonesia Berhasil Tekan Kerugian hingga 42% di Kuartal I 2022.

Seiring dengan berbagai langkah strategis yang diambil oleh Garuda Indonesia khususnya dalam mengoptimalkan cost structure dan restrukturisasi kinerja, pada kuartal I/2022 Garuda Indonesia secara grup mencatatkan penurunan realisasi rugi hingga USD224,14 juta.

Baca Juga:
Garuda Indonesia Ikuti Imbauan Kemenhub Tentang Ketentuan Harga Tiket Pesawat

"Jumlah ini menyusut 42 persen dibandingkan kuartal I tahun 2021 sebesar USD385,36 juta," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Selasa (2/8/2022). 

Capaian tersebut berhasil diraih dengan adanya penurunan beban usaha Perusahaan di awal tahun 2022 ini yang tercatat USD526,34juta pada kuartal pertama di awal tahun ini.

Baca Juga:
Dukung Tomohon Flower Festival, Garuda Operasikan Penerbangan Tambahan dari dan Menuju Manado

Di mana pembukuan beban usaha tersebut lebih rendah 25 persen dari catatan beban usaha tahun lalu sebesar USD702,17juta. 

Adapun penurunan beban usaha tersebut terimplementasikan pada sejumlah lini beban seperti biaya operasional penerbangan, pemeliharaan-perbaikan, umum-administrasi, beban bandara, pelayanan penumpang, operasional hotel, transportasi dan jaringan.

Baca Juga:
Garuda Mulai Kembalikan Pesawat Bombardier CRJ-1.000

"Lebih lanjut pada periode kuartal 1 - 2022 tersebut Garuda juga mencatatkan konsistensi pendapatan usaha yang berada di kisaran USD 350 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tuturnya.

Adapun raihan pendapatan usaha tersebut berasal dari segmen penerbangan berjadwal yang menjadi kontribusi terbesar dengan total mencapai USD270,57 juta, disusul penerbangan tidak berjadwal dan lainnya masing-masing sebesar USD 24,07 juta, dan USD 55,50 juta.

“Semakin terkendalinya pandemi dan yang juga berkontribusi pada peningkatan mobilisasi masyarakat serta pembukaan penerbangan antarnegara tentunya menjadi sinyal positif untuk mengakselerasikan langkah pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan oleh perusahaan,” tambah Irfan.

Pihaknya meyakini dengan strategi dan business plan yang terus didiskusikan secara intensif, mempertimbangkan kondisi aktivitas perjalanan masyarakat khususnya melalui transportasi udara yang semakin menunjukkan tren positif, serta beban kewajiban Perusahaan yang turun signifikan melalui proses PKPU ini diharapkan dapat mendorong akselerasi pemulihan kinerja Perusahaan sekaligus mewujudkan maskapai Garuda sebagai bisnis yang simple dan profitable. (omy)