Pelita Air Datangkan Pesawat Airbus A320 Ketiga, Siap Tambah Jadwal Terbang

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 09/Agu/2022 19:13 WIB
Foro:Istimewa Foro:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Pelita Air Service (PAS) kembali mendatangkan pesawat ketiga tipe Airbus A320 dengan nomor registrasi PK-PWD ke Bandara Soekarno Hatta pada 6 Agustus 2022. 

Pesawat ini akan digunakan untuk layanan penerbangan komersial berjadwal (reguler flight) dan menambah frekuensi penerbangan domestik di Indonesia.

Baca Juga:
Super Air Jet Target Tambah Pesawat, Bakal Ada 61 Armada pada Akhir 2022

Direktur Utama PAS Dendy Kurniawan mengatakan kedatangan pesawat ketiga itu merupakan bukti konkret Pelita Air untuk terus mengembangkan bisnis layanan penerbangan berjadwal. “Karena sebelumnya PAS hanya melayani penerbangan charter,” ujar dia lewat keterangan tertulis pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Dendy berharap dengan bertambahnya anggota baru PK-PWD ini, bisa semakin menghidupkan semangat Pelita Air dalam memberikan kontribusi menghidupkan industri penerbangan dan pariwisata di Indonesia. 

Baca Juga:
Elon Musk Bakal Ganti Pesawat Jet Pribadi Model Terbaru, Ini Speknya

“Juga yang terpenting dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat di bidang jasa transportasi udara," kata Dendy.

Dendy juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung sehingga PAS benar-benar bisa mengisi kapasitas yang ada di dunia aviasi Indonesia. Dan juga diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan penerbangan domestik untuk masyarakat dan berkesempatan untuk terbang lebih nyaman dan aman dengan harga terjangkau. 

Baca Juga:
Super Air Jet Buka Rute ke Banjarmasin, Tiket Mulai Rp847.900

“PAS secara bertahap terus menambah rute baru dan frekuensi penerbangan. Untuk memenuhi tingkat kebutuhan masyarakat terhadap layanan penerbangan berjadwal,” tutur Dendy.

Selain itu, PAS juga sebelumnya bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II untuk mengembangkan Bandar Udara Pondok Cabe. Kerja sama ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan operasi, teknik, dan bisnis pengelolaannya. Studi kelayakan mencakup aspek operasi, teknik, bisnis dan aspek legal.

Dendy mengatakan kerja sama yang dilakukan dengan PT Angkasa Pura II sebagai upaya dalam memaksimalkan potensi besar yang dimiliki Bandara Pondok Cabe untuk dapat dikembangkan. Dengan sinergi yang dilakukan kedua perusahaan, kata dia, bisa semakin membuka peluang besar dalam memaksimalkan aset yang ada.

Dendy optimistis sinergi ini semakin meningkatkan utilisasi dan fungsi dari Bandara Pondok Cabe. 

“Sehingga nantinya Bandara Pondok Cabe dapat memfasilitasi berbagai kegiatan bisnis di sektor Penerbangan dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem penerbangan Indonesia," ujar Dendy pada siaran pers Kamis 14 Juli 2022.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan kedua perusahaan berkolaborasi untuk merencanakan pengembangan dan operasional Bandara Pondok Cabe menjadi bandara yang dapat memberikan seamless journey experience dan customer experience terbaik melalui penerapan teknologi. 

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang pesawat dan maskapai, serta menjaga konektivitas udara di Indonesia,” katanya.

PT Angkasa Pura II dipercaya sebagai mitra dalam perencanaan dan juga nantinya menjalankan operasional bandara Pondok Cabe yang saat ini masih sepenuhnya dikelola oleh PAS. Selain itu, keduanya juga bekerja sama melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan meliputi Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, PT Pertamina (Persero), Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan pihak-pihak terkait lainnya.

Menurut Awaluddin, perusahaannya yang nantinya akan menjadi operator Bandara Pondok Cabe dan akan mengoptimalkannya untuk melayani penerbangan komersial dengan baik, mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan. Awaluddin mengatakan AP II mengimplementasikan konsep multi-airport system di dalam pengelolaan Bandara Pondok Cabe dan Bandara Soekarno-Hatta. 

“Secara berkelanjutan, AP II bersama maskapai akan berupaya untuk meningkatkan lalu lintas penerbangan di Bandara Pondok Cabe,” ujar Awaluddin. (fh/sumber:tempo)