Mengapa Lampu Pesawat Diredupkan Sebelum Mendarat? Ini Penjelasan Pilot

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 10/Agu/2022 17:55 WIB
Foto:Ilustrasi Foto:Ilustrasi

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Seorang pilot bernama Patrick Smith mengungkapkan alasan mengapa lampu pesawat diredupkan saat mendarat. Penyebabnya bukan polusi cahaya di sekitar bandara yang selama ini diduga publik, namun demi alasan keamanan apabila terjadi keadaan darurat.

Smith mengatakan peredupan lampu dilakukan apabila pesawat mendarat di malam hari atau saat kondisi gelap. Penulis Cockpit Confidential tersebut menjelaskan lampu yang redup diharap membuat penumpang siap bertindak jika terjadi kecelakaan.

Baca Juga:
908 Hari di Orbit, Pesawat Luar Angkasa Rahasia AS Mendarat ke Bumi

"Peredupan lampu memungkinkan mata untuk menyesuaikan terlebih dahulu dengan kegelapan, sehingga Anda tidak tiba-tiba dibutakan jika sesuatu terjadi dan listrik padam, dan Anda bisa berlari ke pintu dalam kegelapan atau asap," ungkap Smith, dikutip dari laman The Sun, Senin (8/8/2022).

Penelitian telah menemukan seseorang butuh waktu 10 menit untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan ruangan gelap. Suasana kabin dengan cahaya redup akan mempercepatnya. Seorang pramugari bernama Colin Law mendukung hasil riset tersebut.

Baca Juga:
Pesawat Airbus Mendarat Mepet Pantai Bikin Was-Was, Wisatawan Malah Senang

Law menyampaikan, mata manusia membutuhkan lima hingga 10 menit untuk beradaptasi dari lingkungan yang terang ke lingkungan yang gelap. "Untuk mengatasi masalah ini, lampu kabin harus diredupkan atau dimatikan saat take off malam hari," ujar Law.

Bukan hanya lampu redup yang dibutuhkan dalam keadaan darurat. Biasanya, awak kabin juga meminta penumpang membuka tirai jendela saat lepas landas dan mendarat. Dengan begitu, penumpang akan lebih mudah melihat ke luar dan tahu jika terjadi hal yang tak diinginkan.

Baca Juga:
Alami Ganguan Cuaca Saat ke Makassar, Pesawat Lion Air JT 994 Akhirnya Mendarat di Bandara Haluoleo Kendari

Ketika evakuasi diperlukan, awak kabin juga lebih mudah menilai kondisi di luar pesawat untuk menentukan pintu keluar yang dapat digunakan. Kapten Dave Thomas, kepala pelatihan penerbangan dan teknis British Airways, sebelumnya juga menjelaskan hal yang sama.

"Ini sebenarnya diharuskan oleh peraturan sehingga Anda terbiasa dengan jumlah cahaya di luar pesawat jika harus turun dengan tergesa-gesa. Ini adalah semacam pendekatan 'berjaga-jaga' yang kami ambil untuk keselamatan pelanggan, memastikan penerbangan seaman yang kami bisa," kata Thomas.

Ketentuan yang sama soal peredupan lampu berlaku menjelang pesawat lepas landas. Penumpang juga diwajibkan untuk membuka penutup jendela, menegakkan sandaran kursi, dan memastikan meja dalam keadaan terlipat.(fh/sumber:republika)