Kemenhub Pantau Kesiapan Operasi Kapal Penumpang Bawah Air Wisata Likupang

  • Oleh : Naomy

Kamis, 08/Sep/2022 14:23 WIB
Pengawasan kapal.wisata Pengawasan kapal.wisata

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melakukan kunjungan untuk melakukan pantauan, pemeriksaan dan pengawasan terhadap kesiapan Operasi Kapal penumpang bawah air Wisata (Passenger Submersible Craft ) yang akan difungsikan di Likupang, Sulawesi Utara.

Baca Juga:
Kemenhub Sempurnakan Aturan Pendaftaran Dan Kebangsaan Kapal

Direktur Perkapalan dan Kepelautan (Dirkapel) Ahmad Wahid mengatakan, kapal ini didatangkan dari Spanyol atas investasi PT Bhinneka Mancawisata yang akan berusaha di bidang wisata Bahari di Likupang.

"Likupang merupakan salah satu dari lima lokasi KSPN Super prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah. Sebagai komitmen Kementerian Perhubungan akan memberikan dukungan penuh dari sektor transportasi," ujarnya, Kamis (8/9/2022).

Baca Juga:
Dukung Sektor Pariwisata di Likupang, Kemenhub Siapkan 2 Kapal Wisata Bottom Glass

kapal selam wisata ini memiliki kapasitas angkut 28 orang, akan beroperasi di kedalaman maksimal 30 meter bawah laut, dilengkapi jendela kaca yang dapat digunakan penumpang untuk melihat pemandangan bahari bawah laut.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Tim  Ditkapel beserta KSOP Kelas II Bitung memberikan dukungan dari aspek legalitas Kelaiklautan operasi kapal melalui langkah awal konsepsi perumusan Permenhub No. 6 Tahun 2022 yang telah terbit pada Maret 2022.

Baca Juga:
Kemenhub Tingkatkan Layanan Pengukuran Kapal dan Surat Tanda Kebangsaan Kapal

"Telah dilakukan penggantian bendera ke bendera Indonesia. Kemudian dilakukan pemeriksaan dan sertifikasi," ungkapnya.

Selain itu, sebelum beroperasi melayani wisatawan, kapal ini akan dipastikan pengawasan kesiapan operasional dan awak kapal guna menjaga keselamatan pelayaran.

Sebagai informasi, sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi terhadap kesiapan operasi kapal selam wisata ini yakni melalui FGD yang menghadirkan narasumber Direktur Perkapalan dan Kepelautan turut  Kementerian KKP, Kepala, Kepala Taman Nasional Bunaken yang dihadiri para KSOP  kelas Ii Bitung, UPP Kelas II Likupang,  pejabat Pemerintah daerah di Manado maupun di Likupang Bitung. (omy)