Truk Angkut Jeruk Terguling di Tol Pekanbaru-Dumai

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 01/Nov/2022 12:42 WIB
Truk bermuatan jeruk asal Brastagi, Sumatera Utara terguling usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Permai Km 81 B, Kabupaten Bengkalis, Senin (31/10/2022). (foto: Istimewa Humas Polda Riau) Truk bermuatan jeruk asal Brastagi, Sumatera Utara terguling usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Permai Km 81 B, Kabupaten Bengkalis, Senin (31/10/2022). (foto: Istimewa Humas Polda Riau)

PEKANBARU (BeritaTrans.com) - Truk jenis tronton mengalami kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Senin (31/10/2022). Dalam insiden tersebut, truk bermuatan jeruk asal Berastagi, Sumatera Utara ini terbalik di Km 81 B.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi Riau Pos membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga:
Mobil Rombongan Ketua Lembaga Dakwah PBNU Kecelakaan di Tol Ngawi, 1 Orang Tewas

Diceritakan dia, posisi truk yang mengalami kecelakaan tunggal masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bengkalis. Saat itu, truk yang dikemudikan supir bernama AS, sedang melaju dari arah Dumai menuju Pekanbaru.

"Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga pengemudi mengantuk sehingga menabrak pembatas jalan besi dan mobil terguling keluar jalur tol," ungkapnya.

Baca Juga:
Kecelakaan Truk Fuso Rem Blong Tewaskan 6 Orang di Simalungun

Ia mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun untuk kerugian materil, diperkirakan mencapai kurang lebih Rp10 juta. Atas insiden tersebut, petugas TOL bersama kepolisian melakukan evakuasi terhadap truk. Kecelakaan tersebut langsung tertangani dan tidak sampai mengganggu aktivitas pengendara lainnya.

"Selanjutnya karena pihak tol mengalami kerugian, supir truk melakukan kesepakatan ganti rugi yang diselesaikan antara kedua belah pihak. Dimediasi oleh kepolisian unit tol," sambungnya.

Baca Juga:
Tabrak Pembatas, Truk Terguling hingga Keluar Jalan Tol Tangerang-Merak

Polisi, dikatakan Sunarto, tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat pengguna Jalan Tol agar senantiasa menjaga keamanan saat berkendara. Termasuk juga tidak memaksakan mengemudi bila dalam keadaan mengantuk. Sebab, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berkendara.

"Bila mengantuk silahkan berhenti di rest area yang telah disediakan. Sekali lagi kami sampaikan, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa dan keselamatan kita. Maka dari itu, agar selalu berhati-hati dan tetap waspada saat berkendara," ajaknya.(fhm/sumber:riaupos)