550 Perwira Poltekpel Sorong Dilantik, Kepala BPSDMP Dorong Lulusan Tingkatkan Skill, Kompetensi dan Adaptasi Teknologi

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 12/Nov/2022 07:52 WIB
Pelantikan 550 perwira Poltekpel Sorong Pelantikan 550 perwira Poltekpel Sorong

​​​​​
SORONG (BeritaTrans.com) - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) kembali mewisuda dan melepas 550 Perwira Transportasi lulusan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong. 

Prosesi Wisuda dipimpin Kepala BPSDMP, Djoko Sasono di kampus Poltekpel Sorong, Jumat. (11/11/2022)

Baca Juga:
Siapkan Pengemudi Angkutan Umum Andal, BPSDM Kemenhub Kerja Sama dengan Dishub DKI Jakarta

Djoko mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi Maritim yang sangat besar. Untuk dapat memaksimalkannya dibutuhkan SDM Pelaut yang unggul dan kompeten.

"Pemerintah memiliki misi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, melalui tema wisuda kali ini yaitu “Pelaut Bangkit, Pelaut Prestasi, Siap Hadapi Era Society 5.0”, saya berharap saudara-saudari bisa menjadi bagian dari SDM Maritim Indonesia yang unggul dan kompeten untuk mewujudkan misi tersebut," ungkapnya

Baca Juga:
Di Upacara Pelepasan 152 Perwira BP3IP Jakarta, Sekretaris BPSDMP: Kita Pelaut Ulung

Menghadapi Era Society 5.0, para pelaut harus dapat meningkatkan skill, kompetensi, dan adaptasi terhadap teknologi, dimana saat ini, seluruh industri dipaksa untuk menerapkan industri 4.0, yang berfokus pada digitalisasi dengan mengadopsi mesin dan sistem pintar untuk mengotomatisasi dan bertukar data atau bahkan saling mengontrol tanpa kehadiran manusia.

Pada Era Society 5.0 yang merupakan sistem sosial-ekonomi inklusif yang berkelanjutan, maka teknologi digital akan semakin kompleks dengan adanya analitik big data, kecerdasan buatan (AI), internet of things, dan robotika dimana ruang siber dan ruang fisik terintegrasi secara erat, sehingga setiap produk atau layanan akan disampaikan secara optimal dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:
Kemenhub Buka 7 Diklat Penerbangan Bareng Timor Leste

"Fokus utama society 5.0 adalah menjadikan 
manusia sebagai komponen utama dalam mengendalikan teknologi dalam kerangka 
industri. Saya berharap pelaut harus bangkit dan siap menghadapi tantangan serta perkembangan yang ada pada masa sekarang dan pada masa depan. Oleh karenanya kalian wajib meningkatkan talenta operasional agar terampil untuk dapat mengelola dan mengoperasikan kapal secara efektif dan efisien." imbuhnya.

Kepala BPSDMP juga mengingatkan bahwa para pelaut sebagai SDM di bidang maritim, berperan penting dalam kemajuan perekonomian Indonesia, yang saat ini merupakan bagian dari tujuh raksasa dunia bersama dengan Cina, Amerika, India, Jerman, Jepang, dan Rusia. Dimana di tahun 2045 Indonesia diprediksi akan menjadi empat raksasa dunia.

"Untuk mewujudkan Indonesia salah satu dari empat raksasa dunia, bukalah hal yang mustahi, salah faktor satu penentunya adalah pengembangan kemaritiman Indonesia, di mana pelaut menjadi inti dari semua itu. SDM maritim berperan penting dan menjadi penentu Indonesia akan menjadi besar atau tidak di masa yang akan datang," ujarnya

Melalui slogan BPSDMP yakni Prestasi di mana para lulusan telah dibekali nilai-nilai Prestasi (Profesional, Etika, Standar Global dan Integritas), Djoko yakin para perwira transportasi dapat menjadi bagian dalam mewujudkan Indonesia salah satu raksasa dunia.

Upacara wisuda dan pelepasan perwira transportasi kali ini diikuti sebanyak 550 perwira transportasi. 

Mereka lulusan dari Program Diploma III Pelayaran sebanyak 20 orang, Program Diklat Pelaut Tingkat III Pembentukan 45 orang, Program Diklat Pelaut Tingkat IV Pembentukan 53 orang.

Selanjutnya program Diklat Pelaut Tingkat III Peningkatan 192 orang, Program Diklat Pelaut Tingkat IV Peningkatan 120 orang, dan Program Diklat Pelaut Tingkat  V Peningkatan sebanyak 120 orang. 

"Para perwira transportasi kali ini telah mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kepala BPSDMP sesuai dengan kompetensinya, yang mengacu pada STCW dan amandemennya, dan di akhir pendidikan dan pelatihan telah mengikuti ujian keahlian dan sertifikasi kepelautan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," pungkas Direktur Poltekpel Sorong, Budi Riyanto. (omy)