KKP Sampaikan Program Ekonomi Biru pada Seafood Seminar di Kapal Layar Stratsraad Lehmkuhl

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 12/Nov/2022 18:32 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ambil bagian dalam seafood seminar yang digelar di atas kapal layar "Stratsraad Lehmkuhl". Dalam kesempatan tersebut, KKP menyampaikan program-program ekonomi biru sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian "Norwegian Tall Ship" tersebut singgah di Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan keliling dunia dalam misi "One Ocean Expedition" yang membawa pesan perdamaian, mendukung kelestarian ekosistem laut demi masa depan manusia. 

Baca Juga:
KKP Gandeng Kementerian BUMN dan Pertamina Permudah Akses BBM Bersubsidi untuk Nelayan

"Sebuah kehormatan bagi kami untuk berbicara terkait kelestarian ekosistem laut yang seiring dengan 5 program kebijakan blue economy Bapak Menteri Trenggono," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Pamuji Lestari di Jakarta, Jumat (11/11/2022). 

Sebagai perwakilan dari KKP, Tari mengungkapkan peluang perdagangan komoditas perikanan Indonesia-Norwegia serta jaminan kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan. Dikatakannya, isu kelestarian laut juga menjadi salah satu concern Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini, Sakti Wahyu Trenggono. 

Baca Juga:
Menteri Trenggono Minta Pengawasan Implementasi Kebijakan Ekonomi Biru Diperkuat

"Indonesia dan Norwegia harus menjalin kerjasama yang erat karena kemiripan kedua negara yang sama-sama produsen ekspor," tuturnya 

Baca Juga:
KKP Gelar Sosialisasi PERPU Cipta Kerja di Subsektor Perikanan Tangkap

Sebagai bukti atas komitmen tersebut, Tari menyebut jajarannya menjalan quality assurance terhadap komoditas prioritas ekspor seperti udang, kepiting, ikan kakap putih dan rumput laut. Karenanya, produk-produk ini sudah pasti menerapkan jaminan keamanan mutu jika nantinya dikirim ke Norwegia.

BKIPM selaku otoritas kompeten dalam kesehatan ikan, jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan juga berterimakasih kepada Norwegian Food Safety Authority atau NFSA. Terlebih lembaga ini telah bersedia mengikuti peraturan importasi Indonesia dan telah mengadakan formalisasi kerjasama berkelanjutan melalui Mutual Recognition Arrangement yang diteken di Bergen, awal Oktober lalu.

"Jangan ragu untuk mengimpor udang, kepiting, kakap dan rumput laut Indonesia, karena kami menjalankan quality assurance dari hulu hingga hilir," terang Tari.

Paparan BKIPM tersebut disambut positif oleh Duta Besar dan para pelaku usaha dari Indonesia dan Norwegia yang turut hadir dalam seminar. Sebagai informasi, forum ini juga dihadiri oleh Direktur Eksekutif Norwegian Seafood Council wilayah Asia Tenggara, Asbjørn Warvik Rørtveit. Bahkan, dia mengaku Norwegia menyambut positif dibukanya kembali perdagangan komoditas perikanan ke Indonesia setelah beberapa saat terkendala kesepakatan health certificate. (Fhm)