AS Tangkap dan Tenggelamkan Kapal Angkut Bahan Peledak dari Iran ke Yaman

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 16/Nov/2022 13:05 WIB
Kapal pengangkut muatan peledak dari Iran yang dicegat Angkatan Laut AS di Teluk Oman (Lt. Kelly Harris/U.S. Navy, via AP) Kapal pengangkut muatan peledak dari Iran yang dicegat Angkatan Laut AS di Teluk Oman (Lt. Kelly Harris/U.S. Navy, via AP)

WASHINGTON DC (BeritaTrans.com) - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyatakan pihaknya telah menenggelamkan sebuah kapal yang mengangkut 'bahan peledak' dari Iran, dalam jumlah yang cukup untuk menjadi bahan bakar belasan roket balistik. Muatan peledak itu diyakini akan dipasok kepada pemberontak Houthi di Yaman.

Seperti dilansir AFP, Selasa (15/11/2022), Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain menyatakan bahwa kapal itu disita Angkatan Laut AS di perairan Teluk Oman pada 8 November lalu dan ditenggelamkan pada Ahad (13/11) waktu setempat.

Baca Juga:
2 Kapal Berbendera Vietnam Ditenggelamkan di Pulau Galang

"Kapal tersebut dan empat awaknya yang warga Yaman dicegat saat melakukan transit dari Iran di sepanjang rute yang secara historis digunakan untuk mengangkut senjata kepada Houthi di Yaman," demikian pernyataan Angkatan Laut AS.

Lebih dari 100 ton pupuk urea ditemukan di dalam kapal itu, bersama dengan lebih dari 70 ton amonium perklorat, yang merupakan bahan utama 'yang bisa digunakan untuk membuat bahan bakar roket dan rudal, serta peledak'.

Baca Juga:
Kronologi Kapal Asing Ditangkap di Aceh, Bawa Warga Inggris hingga Spanyol dan Beralasan Rusak

"Itu merupakan bahan peledak dalam jumlah sangat besar, yang cukup untuk bahan bakar lebih dari selusin rudal balistik jarak menengah tergantung pada ukurannya," sebut Laksamana Madya Brad Cooper dari Angkatan Laut AS dalam pernyataannya.

"Penyaluran bantuan mematikan dari Iran yang melanggar hukum tidak luput dari perhatian," tegasnya.

Baca Juga:
TNI AL Tangkap 2 Kapal yang Diduga Angkut Solar Ilegal

Empat awak kapal yang berkewarganegaraan Yaman diserahkan oleh AS kepada otoritas penjaga pantai Yaman.

Konflik Yaman pecah tahun 2014 saat pemberontak Houthi yang didukung Iran menguasai ibu kota Sanaa. Situasi itu mendorong koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui internasional

Sejak saat itu, konflik berkelanjutan di negara itu dilaporkan telah menewaskan ratusan ribu orang dan mendorong Yaman ke ambang kelaparan.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan berlaku sejak April secara tajam mengurangi pertempuran di Yaman. Namun gencatan senjata itu telah berakhir pada 2 Oktober lalu dan pertempuran pun kembali berlanjut.(fhm/sumber:detik)