Kapal Kontainer Asal Singapura Kandas di Perairan Belakang Padang, Batam, 24 Kru Selamat

  • Oleh : Naomy

Rabu, 01/Feb/2023 17:10 WIB
Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun Jon Kenedi pantai Kapal Kandas dari KNP 366 di perairan Belakang Padang, Batam Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun Jon Kenedi pantai Kapal Kandas dari KNP 366 di perairan Belakang Padang, Batam


TANJUNG BALAI KARIMUN (BeritaTrans.com) – KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun menyampaikan, Kapal kontainer vessel MV MSC Faith kandas di perairan Belakang Padang, Batam, Provinsi Kepri, Selasa (31/1/2023).

Kapal berbendera Monrovia tersebut diketahui membawa muatan kontainer dari Perairan Singapura, menuju Yantian China.

Baca Juga:
Gandeng AMSA, Kemenhub Tingkatkan Kapabilitas dan Kesiapsiagaan Personel Hadapi Pencemaran Tumpahan Minyak di Laut

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Jon Kenedi mengatakan, kapal tersebut kandas di perairan Belakang Padang Batam itu, dengan kedalaman air delapan meter.

“Kapal yang kandas berlayar dari Singapura dan rencananya menuju ke China,” jelas Kepala KSOP Karimun, Jon Kenedi, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga:
Ditjen Hubla Gelar Temu Teknis Personel PFSO dan CSO

Di atas kapal tersebut terdapat 24 kru kapal dan saat ini pihak KSOP Karimun sudah berada di lokasi kandasnya kapal tersebut, untuk meninjau kondisinya.

Jon juga menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan proses evakuasi terhadap kapal tersebut.

Baca Juga:
Tunjang Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan, Ditjen Hubla Temu Teknis Auditor ISPS Code

"Hal itu agar tidak mengganggu jalur pelayaran di lokasi kandasnya kapal tanker MV MSC Faith," katanya.

Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab kandasnya kapal tersebut, namun beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. 

Saat ini, sebanyak 24 kru kapal tersebut dalam keadaan baik-baik saja. 

"Melalui Distrik Navigasi Tanjung Pinang, sudah disampaikan telegram agar kapal yang melalui perairan di mana ada kapal kandas, agar berhati-hati dan memerhatikan haluan serta menghindari lintasan tersebut demi keamanan," ungkap dia. (omy)