BPTJ Gandeng Dishub DKI Jakarta, KCI, dan Perum PPD, Sediakan Big Data Pergerakan Orang Lewat Platform Satu Matrix

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 17/Feb/2023 12:36 WIB
Kerja sama wujudkan Big Data Satu Matrix Kerja sama wujudkan Big Data Satu Matrix

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Direktur Utama PT KCI, dan Direktur Utama Perum PPD melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement) untuk penyediaan big data pergerakan orang di wilayah Jabodetabek. 

Platform yang dikembangkan BPTJ Kementerian Perhubungan diberi nama Satu Matrix.

Baca Juga:
Uji Coba BISKITA Trans Bekasi Patriot, Kadishub: Terintegrasi ke Stasiun LRT

Kepala BPTJ Umar Aris mengatakan, terciptanya Satu Matrix ini berawal dari permasalahan keterbatasan dalam pemetaan pergerakan orang di wilayah Jabodetabek. 

"Namun dengan adanya perkembangan teknologi digital telah menyediakan beragam sumber data potensial yang dapat dimanfaatkan dan dikonsolidasikan menjadi big data matriks pergerakan orang," tutur Umar dalam keterangan tertulis, Jumat (17/2/2023). 

Baca Juga:
BPTJ Uji Coba BISKITA Trans Bekasi Patriot Rute Vida-Summarecon

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut menurutnya, pada tahun 2022 BPTJ menginisiasi pembangunan sistem pemetaan pergerakan orang di wilayah Jabodetabek dengan memanfaatkan data dari berbagai sumber digital.

“Satu Matrix dapat menganalisis dan memvisualisasikan pergerakan orang sehingga dapat menyediakan transparansi arus informasi. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk mendukung perencanaan serta pengambilan kebijakan di bidang transportasi”, kata Umar dalam pertemuan di Kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga:
BPTJ Gelar Padat Karya di Terminal Baranangsiang

Momen penting ini menjadi babak baru dalam upaya peningkatan penyelenggaraan transportasi massal di wilayah Jabodetabek. 

Setelah pelaksanaan Kampanye Jalan Hijau  Rabu (15/2/2023) yang mendorong masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum, Satu Matrix diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya yang sama untuk meningkatkan layanan transportasi publik.

“Aplikasi ini akan mengintegrasikan seluruh data pergerakan asal tujuan masyarakat di wilayah Jabodetabek yang berfungsi untuk menganalisis dan memantau perkembangan mobilitas pengguna angkutan umum secara berkala," tutur Umar. 

Satu Matrix akan mengintegrasikan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, meliputi PT LRT Jakarta, PT MRT Jakarta, PT Tranjakarta, PT KCI, dan Perum PPD. 

“Dengan dukungan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta yang menyediakan data MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, dan Jaklingko, serta PT KCI yang menyediakan data commuter line dan Perum PPD yang menyediakan data Transjabodetabek, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan perumusan strategi dan kebijakan peningkatan layanan angkutan umum di wilayah Jabodetabek sehingga pada akhirnya akan meningkatkan layanan angkutan umum di wilayah Jabodetabek dan memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum massal," ungkap Umar.

Dikatakannya, angkutan umum merupakan backbone pergerakan masyarakat di wilayah Jabodetabek. 

Pada tahun 2019, modal share angkutan umum di wilayah Jabodetabek baru mencapai 32%, bahkan pada masa pandemi Covid-19 turun hingga 25% (2021). 

Angka ini terbilang masih jauh di bawah target yang ingin dicapai pada tahun 2029 berdasarkan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), yaitu sebesar 60%. 

“Dengan adanya Satu Matrix diharapkan dapat merekam data pergerakan orang dalam jumlah besar yang kemudian dianalisis menjadi matrix pergerakan asal tujuan.

"Satu Matrix nantinya akan menampilkan hasil analisis data berupa rute dengan pergerakan terbanyak, Rata-rata jumlah pergerakan harian, hari terpadat dan jam terpadat," ujar Umar.

Untuk informasi waktu pergerakan disesuaikan berdasarkan satuan jam, hari, minggu, bulan atau periode waktu tertentu. 

Satu Matrix mendukung pemrosesan data untuk moda angkutan umum berbasis jalan maupun berbasis rel. 

Analisis data lanjutan menampilkan informasi pada 10 rute terpadat atau 10 rute terlenggang berbasis kota, kabupaten, kecamatan atau kelurahan, termasuk 10 informasi rute kedatangan terbanyak dan 10 rute keberangkatan terbanyak.

Ke depannya Satu Matrix Menargetkan kerja sama dengan aplikator transportasi online, Badan Pengelola Jalan Tol, serta operator transportasi umum massal lainnya.

“Saya berharap semakin banyak institusi yang akan bergabung sehingga gambaran pergerakan orang di Jabodetabek dapat direkam dan terpetakan dengan baik," pungkas Umar. (omy)