Bareng ITS dan UBL, GMF Luncurkan 3 Kendaraan Listrik

  • Oleh : Naomy

Rabu, 01/Mar/2023 17:19 WIB
3 kendaraan listrik di hanggar GMF 3 kendaraan listrik di hanggar GMF

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Bareng dua universitas yaitu Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Bandar Lampung (UBL), PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) meluncurkan tiga proyek inovasi berbasis kendaraan listrik.

Kendaraan tersebut di antaranya Automated Guided Vehicle yang diberi nama ALTO yang dapat diterapkan untuk pemindahan komponen pesawat secara otomatis dari shop satu ke shop lainnya; Electric Vehicle Remote Control Pushback Tug dengan nama Artemits, yang dapat digunakan untuk menarik dan mendorong pesawat pada saat ground handling baik di apron maupun di hanggar.

Baca Juga:
Mantap, Pendapatan GMFI Tahun 2023 Tembus USD 373.2 Juta

Di mana menjadi satu-satunya di dunia yang dapat menggantikan pushback konvensional berbahan bakar fosil; dan terakhir Electric Vehicle Material Handling yang dapat mendukung efisiensi pengangkutan komponen material pesawat di hanggar.

Proyek-proyek inovasi ini dapat terwujud berkat dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi melalui program Kedaireka Matching Fund yang menjembatani akselerasi terwujudnya proyek-proyek riset dan inovasi yang tepat sasaran antara insan perguruan tinggi dan dunia industri. 

Baca Juga:
GMF Kembali Perpanjang Kemitraan Maintenance dengan Airbus

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi menyampaikan, keterlibatan GMF dalam program Kedaireka Matching Fund ini menjadi milestone GMF dalam dunia riset bersama Perguruan Tinggi.

Tiga kendaraan listrik tersebut diluncurkan dalam kegiatan GMF Innovation Day 2023 yang diselenggarakan di Hanggar DC-9, GMF pada Rabu (1/3/2023) menghadirkan seluruh peneliti dari ITS dan UBL, serta perwakilan dari Kemenristekdikbud, Kementerian BUMN, dan ITB. 

Baca Juga:
Tingkatkan Profitabilitas, GMF Optimalkan MRO Asia Pacific

"Inovasi seperti ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan global, transformasi sistem menuju sistem baru yang mampu menghadirkan efisiensi dan efektivitas pada roda bisnis mutlak diperlukan agar kita mampu mengikuti dunia yang berkembang dengan pesatnya,” ungkap Andi.

Pada proses pengembangan kendaraan listrik ini, GMF memberikan dukungan berupa dedicated team yang terlibat sejak tahapan detailed engineering design, fabrikasi produk, dan juga proses pengujian. 

GMF pun berkontribusi dalam bentuk dana padanan secara in-cash dan in-kind. Selain itu perusahaan berkontribusi dalam melakukan sharing terhadap mahasiswa dan dosen pada program Praktisi Mengajar secara luring dan daring sesuai dengan masing-masing project, sehingga harapannya dapat membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi ilmunya di dunia industri. 

"GMF juga memberikan dukungan dalam menyediakan tenaga expert, penggunaan sarana dan pra-sarana termasuk workshop dan tools untuk pengujian produk, serta terlibat dalam proses manufaktur pembuatan produk inovasi," urainya.

Produk hasil program Matching Fund Kedaireka yang GMF garap bersama ITS dan UBL saat ini masih dalam tahapan purwarupa (prototype) dasar dan akan dilanjutkan risetnya untukp pembuatan purwarupa dasar tahap II hingga purwarupa final. 

"Kami berharap setelah purwarupa final akan lahir produk yang acceptable untuk industri dan komersialisasi. Untuk mendukung itu semua, kami juga akan mengembangkan kapabilitas dari tim riset dan inovasi di GMF sehingga budaya dan proses riset dan inovasi yang terstruktur dan sistematis sebagaimana diharapkan dari Program Kedaireka ini dapat teruwujud di internal GMF," pungkas Andi. (omy)