Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Solo, Polisi Duga Faktor Sopir Mengantuk dan Rem Blong

  • Oleh : Bondan

Jum'at, 14/Apr/2023 21:18 WIB
Ilustrasi. Foto: istimewa. Ilustrasi. Foto: istimewa.

BOYOLALI (BeritaTrans.com) -- Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Semarang-Solo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Jumat 14 April 2023 dini hari tadi.

Informasi terkini kecelakaan beruntun tersebut mengakibatkan korban tewas bertambah menjadi delapan orang.

Baca Juga:
Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, Korban 17 Orang Luka

Polres Boyolali menyatakan kecelakaan beruntun terjadi dengan melibatkan delapan kendaraan di Jalan Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah.

Polisi mengungkap, dugaan kecelakaan diakibatkan oleh pengemudi truk pengangkut besi yang kelelahan dan dalam kondisi mengantuk, serta kemungkinan mengalami rem blong.

Baca Juga:
Kecelakaan Beruntun 5 Mobil di Puncak Bogor, Diduga Rem Blong

“Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pengemudi truk pengangkut besi mengantuk. Atau diduga juga rem blong sehingga terjadi pengereman tidak maksimal,” ungkap Kasatlantas Polres Boyolali Ajudan Komisaris Polisi M Herdi Pratama.

Salah satu saksi mengungkapkan sempat mendengar kernet truk trailer berteriak rem blong, sehingga besar kemungkinan pemicu kecelakaan diakibatkan oleh malfungsi rem.

Baca Juga:
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali Libatkan 6 Kendaraan

“Waktu kejadian saya berada di dalam kabin. Saya bersama kernet saya yang sedang turun ke warung membeli makan. Tiba-tiba dari arah barat (arah Semarang) ada truk trailer mengangkut besi. Kernetnya teriak-teriak rem blong,” tutur saksi.

Saksi juga menuturkan, kejadian kecelakaan terjadi sangat cepat sehingga sulit kemungkinan untuk dihindari.

Melalui kesaksian beberapa pihak, dinyatakan truk yang tengah mengangkut besi mengalami kehilangan kendali.

Lantas truk merangsek dan kemudian menabrak mobil penumpang di depannya. Tidak hanya sampai di situ, truk yang lepas kendali turut menerobos enam kendaraan besar lain yang sedang terparkir di bahu jalan.

Menurut pengakuan korban, kendaraan yang terparkir di bahu jalan sengaja dilakukan karena ingin beristirahat dan makan sahur. (Dan)