Pesawat ke Kualanamu Delay "Keluar Asap dan Alami Ledakan?" Ini Penjelasan Batik Air

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 22/Apr/2023 21:38 WIB
Pesawat Batik Air. (Ilustrasi) Pesawat Batik Air. (Ilustrasi)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Batik Air memberikan keterangan resmi sehubungan operasional dan penanganan penumpang penerbangan rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK) tujuan Bandara Kualanamu Medan (KNO) yang terjadi pada Kamis 20 April 2023 lalu.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan Batik Air ID-6842 di telah dijalankan menurut standar operasional prosedur.

Baca Juga:
Pesawat Alami Gangguan Listrik pada Penerbangan Kuala Lumpur-Jakarta, Ini Penjelasan Batik Air

"Batik Air menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan keberangkatan penerbangan ID-6842 yang dijadwalkan mengudara pukul 19.00 WIB dengan pesawat Airbus 320-200 registrasi PK-LUZ," ujar Danang, Jumat (21/4/2023).

Penerbangan yang mengalami masalah tersebut akan membawa enam awak pesawat dan 134 tamu atau penumpang.

Kronologi

Pada saat pesawat akan diberangkatkan mengalami gangguan teknis dan membutuhkan waktu untuk pengecekan dan perbaikan. Setelah pilot berkoordinasi dengan teknisi, diputuskan pesawat tidak dapat diberangkatkan, keputusan ini untuk menyakinkan keselamatan dan kenyamanan penerbangan. Hal ini mutlak dilaksanakan oleh pilot dan sesuai berdasarkan standar operasi perusahaan.

"Awak kabin mengumumkan dan memberitahukan kepada tamu serta memohon dan mengarahkan untuk kembali ke ruang tunggu bandar udara sampai ada pemberitahuan selanjutnya," urai Danang.

Pemberangkatan mengalami keterlambatan kurang lebih selama 120 menit karena adanya pengantian pesawat yang digunakan menjadi pesawat Airbus 320-200 registrasi PK-LAZ. Keputusan dimaksud dilakukan guna menjamin keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan.

Sebagaimana informasi yang beredar adanya asap dalam pesawat dan suara bising, Batik Air menegaskan sesungguhnya yang terjadi:

1. "Air Conditioning System", bukan asap

Aliran udara yang menyerupai asap kabut putih terlihat di dalam kabin pesawat terutama pada Airbus 320 adalah hasil dari sistem ventilasi "air conditioning system". Sistem ventilasi ini mulai beroperasi dan mulai menyalurkan udara segar dari luar ke dalam kabin pesawat. Udara dari luar dapat berisi kelembapan yang lebih tinggi, terutama di daerah dengan kondisi cuaca yang lembap. Ketika udara masuk ke dalam kabin pesawat yang lebih dingin, suhunya menurun dan kelembapannya naik, sehingga udara ini menjadi lebih terlihat seperti kabut putih.

Aliran udara dimaksud tidak berbahaya bagi kesehatan dan tidak memiliki dampak negatif pada keselamatan penerbangan. Sirkulasi udara ini merupakan tanda bahwa sistem ventilasi bekerja dengan baik dan menyediakan udara segar yang nyaman bagi penumpang selama penerbangan.

2. Suara GTC, bukan ledakan mesin

Suara bising dan keras yang terdengar dari GTC (Ground Turbine Compressor) pada pesawat terutama ketika berada di dekat mesin pesawat atau di sekitar area penumpang karena adanya proses penghisapan dan proses peningkatan tekanan udara yang dilakukan oleh GTC.

GTC bekerja dengan cara memasok udara segar ke dalam kabin pesawat menggunakan turbin yang diputar berkecepatan tinggi. Proses ini mengeluarkan suara yang bising karena pergerakan turbin yang cepat menghasilkan suara frekuensi tinggi. GTC menggunakan komponen mekanis lainnya seperti compressor dan gearbox yang menghasilkan suara bising dan keras.

"Meskipun terdengar bising dan keras, GTC dan mesin pesawat lainnya dirancang dan diuji secara ketat untuk memastikan bahwa suara yang dihasilkan tetap berada dalam batas aman dan tidak menyebabkan gangguan atau bahaya bagi penumpang atau awak pesawat," kata Danang.