Mahfud MD Ungkap Hampir Setiap Hari Kapal Asing Curi Ikan di Natuna

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 23/Mei/2023 18:38 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, usai didapuk menjadi Plt Menkominfo, Senin (22/5/2023). Foto/MPI Menko Polhukam Mahfud MD menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, usai didapuk menjadi Plt Menkominfo, Senin (22/5/2023). Foto/MPI

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, nyaris setiap hari kapal asing masuk ke wilayah Perairan Natuna Utara untuk mencuri ikan.

Hal itu diungkapkan Mahfud dalam sambutannya saat menghadiri Peringatan Satu Tahun Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) di Gedung GBN, Jakarta, Ahad (21/5/2023).

Baca Juga:
Perusahaan Tak Miliki Izin Bisa Rekrut dan Kirim Pelaut ke Luar Negeri? Ini Penjelasannya!

“Hampir setiap hari kapal asing masuk, menyelundup, mencuri ikan, lewat begitu,” kata Mahfud dikutip dari YouTube GBN, Senin (22/5/2023).

Mahfud mengatakan bahwa aparat dan TNI Angkatan Laut sebenarnya tidak takut terhadap kapal asing, tetapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka yang tidak cukup canggih.

Baca Juga:
Kapal Asal Hong Kong Ditangkap di Sorong Papua, Nahkoda Jadi Tersangka

“Kadang kala kita tidak bisa mengatasi, bukan takut, alatnya tidak cukup,” kata Mahfud.

“Mereka (asing) punya kapal yang besar, gede, cepat sekali, dikejar kapal kita 'tek ketek ketek', tahun 45. Nah itu yang sekarang sedang kita pikirkan bersama, bagaimana kekuatan laut kita,” ucap Mahfud.

Baca Juga:
2 Kapal Berbendera Vietnam Ditenggelamkan di Pulau Galang

Pemerintah saat ini, kata Mahfud, sedang menghidupkan kembali semangat kebesaran Indonesia.

“Seperti dulu ada dalam geopolitik yang disampaikan Bung Karno itu, supaya dihidupkan lagi semangat kebesaran Indonesia, minimal dulu di Asia, menjadi kekuatan militer yang cukup disegani,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, situasi Laut Natura Utara tidak seperti yang dibayangkan.

Hal itu disampaikan Muhammad Ali merespons pemberitaan kantor berita Reuters yang menyebut kapal coast guard dari China wara-wiri di Laut Natuna Utara, pada pertengahan Januari 2023.

"Untuk (Laut) China Selatan atau Laut Natuna Utara, untuk khususnya yang berada di ZEEI (zona ekonomi eksklusif Indonesia) kita, ini sebenarnya tidak terlalu rawan seperti yang dibayangkan," ujar Ali saat itu di Markas Kolinlamil, Jakarta Utara, 25 Januari 2023.

Ali menyebutkan, situasi memanas justru terjadi di utara Laut Natuna Utara atau di sekitar Kepulauan Spratly.

"Dari pemberitaan-pemberitaan, yang menjadi situasi panas, adalah situasi yang dekat dengan Kepulauan Spratly, dekat (Selat) Taiwan," kata Ali.

Di ZEE Indonesia, justru TNI AL sering menangkap kapal pencuri ikan dari Vietnam.

"Nah yang sekarang cukup banyak adalah hanya yang dari Vietnam. Namun kita AL dengan Bakamla dan Vietnam, sudah ada pertemuan dan kita sudah sepakat untuk mengatasi masalah penangkapan ikan secara ilegal ini," ujar Ali.