Bandara Kertajati Terus Upaya Penambahan Rute Penerbangan

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 13/Mar/2024 20:34 WIB
Bandara Kertajati Bandara Kertajati

BANDUNG (BeritaTrans.com) - Jumlah penumpang yang terbang dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dinilai masih jauh dari target. 

Berbagai upaya terus dilakukan untuk membuat ramai bandara ini, meski belum ada hasil signifikan yang didapat.

Baca Juga:
ACI Apresiasi Komitmen Bandara Soekarno-Hatta Terhadap Aspek Keselamatan

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, pemerintah provinsi masih berupaya  menaikkan kinerja bandara yang di Kabupaten Majalengka ini. 

Sejak beroperasi penuh pada 29 Oktober 2023 lalu, aktivitas di Bandara Kertajati belum berubah.

Baca Juga:
Lewat Program APEX in Safety, ACI dan Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Standar Keselamatan

"Kertajati ya, memang kita masih berupaya bagaimana meningkatkan kinerjanya. Beberapa opsi termasuk penambahan rute penerbangan dan lain-lain (dilakukan)," ucap Bey di Gedung Sate, Bandung, Rabu (13/3/2024).

Bey menyebut, saat ini traffic penumpang di Bandara Kertajati baru mencapai 2.000 penumpang per hari. 

Baca Juga:
Bandara Radin Inten II Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Fasilitas untuk Penerbangan Haji 2024

Angka itu jauh di bawah target awal yakni 7.500 penumpang per hari. 

Karena itu, Bey menginginkan ada upaya lain untuk meningkatkan kinerja bandara terbesar di Jawa Barat ini, dikutip dari laman dtc.

"Kami upayakan (penambahan rute), tapi belum, seperti apa nanti. Intinya masih jauh dari target jumlah penumpang, kita ingin ada kenaikan," ucapnya.

"Nanti kami coba ke (rute) Surabaya atau seperti apa, kan belum ada juga. Penambahan rute dan (penambahan) jam penerbangan mesti dilakukan."

Bey menjelaskan,
BIJB dan Pemprov Jabar telah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk menambah rute dan jam penerbangan di Bandara Kertajati. 

Hal itu dilakukan agar pemerintah bisa makin leluasa menawarkan penerbangan dari Kertajati kepada masyarakat.

"Sudah sering dari BIJB, dari saya juga minta terus ke Dirjen Perhubungan Udara untuk penambahan. Tapi ya ini kan seperti telur dan ayam ya, jadi maskapai nunggu bener enggak akan ramai, sementara kita juga bagaimana menawarkan Kertajati kalau rutenya terbatas," jelasnya.

Penambahan jam penerbangan penting menurut Bey. 

Dia mencontohkan, penerbangan terakhir dengan rute Kertajati-Bali saat ini ada di siang hari. 

Hal itu menurutnya tidak efektif bagi seorang pegawai yang punya tujuan kerja.

"Penerbangan harusnya nambah, seperti ke Bali paling siang jam 12 jam 1. Harusnya ditambah sampai malam, kalau seorang pegawai ada acara di Bali besok, dia harus berangkat dari Kertajati siang hari ini. Berarti sehari dia sudah hilang (waktu), harusnya ada (penerbangan) sore atau malam," pungkasnya. (soleh)